NJOP DKI Naik, Anies Nilai Rumah DP 0 Rupiah Solusinya

Kompas.com - 11/07/2018, 15:21 WIB
Anies Baswedan bersama Bupati Blitar Rijanto di Balai Kota, Senin (9/8/2018)KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Anies Baswedan bersama Bupati Blitar Rijanto di Balai Kota, Senin (9/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, kenaikan nilai jual objek pajak ( NJOP) yang ditetapkannya beberapa waktu lalu tak akan memberatkan masyarakat untuk memiliki hunian di DKI.

Sebab, menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta punya program rumah DP 0 rupiah.

"Makanya ada program DP 0 persen untuk mereka dapat rumah," kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Sandiaga: Kenaikan NJOP Tak Bebani Warga Menengah

Menurut Anies, kenaikan NJOP yang ditetapkan olehnya tak signifikan jika dibanding kenaikan-kenaikan NJOP sebelum ini. Ia mengaku kenaikan ini sekadar penyesuaian.

"Kenaikan tahun ini belum apa-apa dibanding kenaikan tahun-tahun yang dulu. Justru ini menyesuaikan dengan perekonomian pertumbuhan harga secara umum, tetapi coba Anda bandingkan dengan lima tahun terakhir ini," ujar Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meneken Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2018 tentang Penetapan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018.

Dalam peraturan tersebut, Anies menyetujui kenaikan NJOP rata-rata sebesar 19,54 persen di enam wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Sandiaga Sebut Kenaikan NJOP karena Pembangunan Real Estat dan Jalan Tol


Terkini Lainnya

15 Camat Dikawal Super Hero 'Avengers' Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

15 Camat Dikawal Super Hero "Avengers" Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

Regional
Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Regional
Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Regional
Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Megapolitan
Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Internasional
Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Nasional
Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Internasional
Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Regional
'Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa'

"Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa"

Regional
KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

Megapolitan
Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Internasional
Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Megapolitan
DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

Megapolitan
Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan 'Vlog Idiot' Ahmad Dhani

Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan "Vlog Idiot" Ahmad Dhani

Regional

Close Ads X