Viral "Black Card" Loloskan Pemotor dari Tilang di JLNT Casablanca, Ini Kata Polisi - Kompas.com

Viral "Black Card" Loloskan Pemotor dari Tilang di JLNT Casablanca, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 11/07/2018, 16:28 WIB
Personel kepolisian melepaskan para pengendara motor yang melintas di JLNT Casablanca lantaran kehabisan surat tilang, Senin (24/7/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Personel kepolisian melepaskan para pengendara motor yang melintas di JLNT Casablanca lantaran kehabisan surat tilang, Senin (24/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah video yang diunggah di akun Instagram @dramaojol.id menampilkan seorang pengendara motor lolos pemeriksaan dan tilang petugas ketika menerobos jalan layang non tol (JLNT) Tanah Abang-Kampung Melayu di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan.

Video yang diunggah pada Selasa (10/7/2018) itu diberi keterangan "Gila, punya black card  anjir". 

Black card itu ditengarai yang meloloskan pengendara motor dari pemeriksaan petugas.

Baca juga: Masih Terjadi, Pemotor Nekat Melintas di JLNT

Ketika dikonfirmasi, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf membantah jika jajarannya tak melakukan penilangan terhadap pengemudi kendaraan roda dua yang melintas di JLNT. 

"Tidak ada itu black card (yang loloskan pengemudi motor menerobos JLNT)," ujar Yusuf kepada Kompas.com, Rabu (11/7/2018).

Setelah melihat video tersebut, Yusuf menduga anggotanya telah melakukan penilangan di akses masuk JLNT. 

Baca juga: Meski Jalan Lancar, Pengendara Motor Nekat Lewat JLNT Casablanca

"Kalau menurut saya, mungkin sudah ditilang sebelumnya. Anggota saya berjaga di akses masuk dan keluar JLNT," katanya. 

Ia memastikan tidak ada pemotor yang lolos dari penindakan polisi ketika menerobos JLNT atau melanggar aturan lainnya. 

Berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, para pengendara motor dapat dikenakan beberapa pasal akibat perbuatannya.

Baca juga: Menghitung Beda Waktu Tempuh antara Melalui JLNT Casablanca dan Tidak

Salah satunya adalah Pasal 287 Ayat 1 dan 2 dimana setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan yang diisyaratkan dengan rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

 

#Repost from @gojek24jam -- Saktiii . ???? : @berlianpangestika

Sebuah kiriman dibagikan oleh Drama Ojek Online Indonesia (@dramaojol.id) pada 10 Jul 2018 jam 2:21 PDT


Komentar
Close Ads X