Sepak Terjang Dwi Wahyu Daryoto, Dirut Jakpro Pilihan Anies - Kompas.com

Sepak Terjang Dwi Wahyu Daryoto, Dirut Jakpro Pilihan Anies

Kompas.com - 11/07/2018, 19:45 WIB
Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang baru saat dijumpai di DPRD DKI Jakarta, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat Dwi Wahyu Daryoto sebagai Direktur Utama PT Jakarta Propertindo ( Jakpro) menggantikan Satya Hergandhi.

Dwi mengatakan, dirinya masuk ke Jakpro bermula dari pencopotannya sebagai Direktur Manajemen Aset PT Pertamina pada April 2018. Tak lama setelah keluar dari Pertamina, ia kemudian melamar untuk posisi di Jakpro melalui panitia seleksi.

"Karena sesuai sama kompetensi saya kan. Saya di Pertamina Direktur Manajemen Aset jadi agak berhubunganlah dengan bisnisnya Jakpro. Saya juga punya kompetensi di human capital karena waktu itu (sebelumnya) Direktur SDM," kata Dwi kepada Kompas.com, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Anies Angkat Dwi Wahyu Jadi Dirut Jakpro karena Paham Pengelolaan Aset

Dwi masuk PT Pertamina pada Desember 2014. Saat itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menambah direksi setelah mendapatkan usulan dari mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, dan berkonsultasi dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kala itu, Sudirman Said.

Bagi Dwi, sosok Sudirman tak asing. Sudirman adalah seniornya di STAN. Sudirman angkatan 1985, Dwi angkatan 1986. Namun Dwi membantah ia mendapat posisi di Jakpro melalui Sudirman yang merupakan bekas tim sukses Anies-Sandi.

"Percaya atau nggak tapi saya jamin demi Allah (sebelum dan saat proses seleksi) tidak ada komunikasi dengan Pak Dirman (Sudirman Said) apalagi dengan Pak Gubernur, juga dengan Pak Sandi (Wakil Gubernur Sandiaga Uno)," ujar Dwi.

Hubungan Dwi dengan Sandiaga juga sudah berlangsung lama. Sebelum berkiprah di Pertamina, Dwi bekerja di Pricewaterhousecoopers (PWC) dari tahun 1998 dengan posisi terakhir sebagai partner. Jasa PWC digunakan oleh perusahaan-perusahaan milik Sandiaga.

"Saya kan auditornya Pak Sandi. Recapital, Adaro, auditornya pakai PWC. Jadi ya mohon maaf kalau beliau tahu saya," kata Dwi Wahyu.

Dwi memastikan, hubungannya dengan Anies, Sandiaga, maupun lingkar dekat mereka sebatas hubungan profesional. Ia berjanji akan memberikan pelayanan terbaik bagi warga DKI selama di Jakpro.


Close Ads X