Polisi Tembak Mati Pimpinan Geng Kriminal Bad Boys di Jakarta Utara - Kompas.com

Polisi Tembak Mati Pimpinan Geng Kriminal Bad Boys di Jakarta Utara

Kompas.com - 11/07/2018, 19:57 WIB
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief Dewanto dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief Dewanto dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemimpin geng kejahatan jalanan 'Bad Boys' yang berinisial RS ditembak mati polisi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018) dini hari.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Reza Arief Dewanto berharap kematian RS dapat menghentikan operasi Bad Boys yang selama ini meresahkan masyarakat.

"Mudah-mudahan yang lain jadi jera dan tidak melanjutkan lagi aksinya atau berhenti, mudah-mudahan begitu," kata Reza di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu siang.

Reza mengatakan, ia juga telah memerintahkan polisi di jajarannya untuk membasmi habis jaringan dan anggota kelompok Bad Boys. Ia akan menyelidiki adanya upaya regenerasi usai RS tewas.

Baca juga: 2 Hari Operasi Kewilayahan, Polisi Tangkap 39 Pelaku Kejahatan Jalanan

Reza menyebutkan, RS ditembak mati karena melakukan perlawanan bersama enam rekannya saat hendak dibekuk di Jalan Cakung-Cilincing.

"Kami bisa berhasil amankan sebanyak enam orang, satu orang meninggal dunia. Seluruhnya ditangkap dalam keadaan melawan, semua melawan. Satu yang meninggal dunia karena dilumpuhkan," kata dia.

RS merupakan residivis yang pernah ditahan polisi karena kasus penjambretan. Sementara Bad Boys adalah nama kelompok penjahat jalanan yang biasa melakukan pencurian dengan kekerasan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.


Komentar

Terkini Lainnya

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

Regional
Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi

Close Ads X