Pengusaha Logistis Sebut 2 Sebab Kemacetan Parah di Tanjung Priok - Kompas.com

Pengusaha Logistis Sebut 2 Sebab Kemacetan Parah di Tanjung Priok

Kompas.com - 11/07/2018, 22:04 WIB
Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha angkutan logistik menyebutkan dua hal yang menjadi penyebab kerap terjadinya kemacetan panjang parah di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Truck Manager PT Dunia Express Transindo Tonny Wijaya mengungkapkan, lambatnya proses masuk menuju pelabuhan menjadi penyebab utama kemacetan. Ia mengatakan, waktu yang dihabiskan untuk melewati gerbang masuk pelabuhan dapat mencapai tiga menit. Hal tu tentu menyebabkan penumpukan antrean truk.

"Pelabuhan ini akses gate in-nya bisa tiga menit, waktu tunggunya berarti kemungkinan terjadi penumpukan 200 mobil di belakangnya yang nunggu. Kalau itu setiap menit mobil datang bayangin bisa ribuan," kata Tonny, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Pengusaha Logistik Keluhkan Kemacetan di Tanjung Priok

Tonny melanjutkan, kemacetan akan semakin parah bila waktu pengangkutan barang ekspor dan pengambilan barang impor terjadi dalam waktu berdekatan.

"Pertemuan dua titik ini yang menjadi penyebab penumpukan. Kalau sistem dan akses jalanannya terhambat maka akan terjadi kemacetan," kata dia.

Tonny juga menuding mahalnya tarif Tol Pelabuhan yang mencapai Rp 45.000 untuk jarak tiga kilometer.

Hal itu diamini Wakil Ketua V DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Jimmy Ruslim. Ia mengatakan, para sopir ogah melewati jalan tol karena tarifnya terlalu mahal.

"Dulu waktu pembangunan tol itu memang parah, setelah tol jadi sebelum ditetapkan (tarifnya) Rp 45 ribu itu enak tuh. Terus ditetapkan Rp 45 ribu, sopir-sopir sudah ga mau lagi pakai tol," kata dia.

Jimmy menambahkan, ketiadaan depo yang bisa beroperasi 24 jam di sekitar kawasan pelabuhan membuat truk-truk terpaksa parkir di pinggir jalan dan menyebabkan kemacetan.


Komentar

Terkini Lainnya

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

TNI Ikut Perbaiki Kursi Stadion Jakabaring yang Dirusak Suporter Sriwijaya FC

Regional
Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Sepanjang Hidupnya, Pria Ini Sudah Lakukan 668 Kejahatan

Internasional
Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Sejak Pukul 11.00, Tiket Elektronik Bisa Digunakan Kembali di Stasiun Tebet

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Anak Gunakan Gawai dari Kominfo

Edukasi
Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Pengelola RTH Kalijodo Ajak Pengunjung Ikut Jaga Kebersihan Tempat Itu

Megapolitan
Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat 'Hilang' dari Lapas Sukamiskin

Airin Enggan Bicarakan Suaminya yang Sempat "Hilang" dari Lapas Sukamiskin

Nasional
Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Wapres Kalla Soroti Polusi Plastik di Kawasan Laut Negara-negara Pasifik

Nasional
Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Pertemuan SBY-Prabowo Bahas Format Koalisi dan Kemungkinan AHY Jadi Cawapres

Nasional
Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Kader PKS Ingin Mitra Koalisi Pilpres Terbentuk Akhir Juli 2018

Nasional
Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Regional
Saat Lagu 'Ditinggal Rabi' Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Saat Lagu "Ditinggal Rabi" Diubah Jadi Kisah Sulitnya Membuat Skripsi

Regional
Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Pertemuan Elite Demokrat dan Gerindra Bahas Persiapan Pertemuan SBY-Prabowo

Nasional
Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Tiket Elektronik Commuter Line Sudah Bisa Digunakan di Stasiun Depok

Megapolitan
Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Kalapas Sukamiskin Terjerat OTT KPK, Komisi III Akan Panggil Menkumham

Nasional
Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional dan PR Besar Pendidikan Anak Indonesia

Edukasi

Close Ads X