Pertunjukan Air Mancur Menari di Lapangan Banteng Hanya Diputar Akhir Pekan

Kompas.com - 12/07/2018, 12:44 WIB
Lampu dan air mancur menarikan lagu nasional di Lapangan Banteng, Rabu (11/7/2018) STANLY RAVELLampu dan air mancur menarikan lagu nasional di Lapangan Banteng, Rabu (11/7/2018)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Water Designer Lapangan Banteng Robby Khrisna, menjelaskan bahwa pertunjunkan musik kebangsaan yang diiringin tarian air mancur dan permainan lampu warna warni nantinya hanya akan diputar saat akhir pekan saja. 

"Memang belum fix tapi rencananya memang hanya saat akhir pekan saja," ucapnya saat berbincang dengan Kompas.com di Lapangan Banteng, Rabu (11/7/2018).

Salah satu pertimbangan mengapa ia mengusulkan agar gelaran tersebut hanya di putar ketika akhir pekan, semata-mata untuk menjadi daya tarik masyarakat.

Selain itu, pada umumnya pengunjung Lapangan Banteng pada akhir pekan juga lebih ramai dibandingkan hari-hari biasanya.


Baca juga: Melihat Tarian Air Mancur dan Lampu di Lapangan Banteng

"Jadi nanti akan dimainakan setiap Sabtu - Minggu selama tiga kali, mulai dari 18.30 WIB, 19.30 WIB, dan 20.30 WIB. Kita ingin ini jadi salah satu show yang dinanti masyarakat, jadi ngangenin lah istilahnya," katanya.

Secara kesiapan menyambut peresmian wajah baru Lapangan Banteng yang akan dihelat pada 25 Juli 2018 nanti, menurutnya sudah mendekati 100 persen.

Hanya tinggal menyelesaikan sedikit masalah detail teknis soal penataan cahaya lampu pada salah satu kolam.

"Sudah siap, tinggal sedikit teknis saja penataan lampu di sisi kolam sebelah kanan," ujarnya.

Baca juga: Peresmian Lapangan Banteng Tunggu Kesiapan Area Main Anak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komisi E Pangkas Anggaran Tenda Pengungsi, dari Rp 26 Juta Jadi Rp 16 Juta Per Unit

Komisi E Pangkas Anggaran Tenda Pengungsi, dari Rp 26 Juta Jadi Rp 16 Juta Per Unit

Megapolitan
Cegah PKL Senen Jualan di Bahu Jalan, Satpol PP Berjaga hingga Malam

Cegah PKL Senen Jualan di Bahu Jalan, Satpol PP Berjaga hingga Malam

Megapolitan
Polisi Periksa Kejiwaan Ayah yang Bekap dan Todong Anaknya di Cilincing

Polisi Periksa Kejiwaan Ayah yang Bekap dan Todong Anaknya di Cilincing

Megapolitan
Masuk Jakarta Harus Bayar Tahun 2020, Ini Kisah Jalan Berbayar di Ibu Kota

Masuk Jakarta Harus Bayar Tahun 2020, Ini Kisah Jalan Berbayar di Ibu Kota

Megapolitan
Pengakuan Ayah yang Bekap dan Todong Anak Balitanya, Dapat Bisikan Kakaknya Akan Dibunuh

Pengakuan Ayah yang Bekap dan Todong Anak Balitanya, Dapat Bisikan Kakaknya Akan Dibunuh

Megapolitan
Anggota Ormas Hadiri Sidang Perdana Pablo Benua, Galih Ginanjar, dan Rey Utami

Anggota Ormas Hadiri Sidang Perdana Pablo Benua, Galih Ginanjar, dan Rey Utami

Megapolitan
Motif WNA Ilegal ke Indonesia: Jualan Baju hingga Jadi Pemain Bola

Motif WNA Ilegal ke Indonesia: Jualan Baju hingga Jadi Pemain Bola

Megapolitan
Kisah Pak Tole, Berjaga dan Tidur di Atas Makam Menteng Pulo

Kisah Pak Tole, Berjaga dan Tidur di Atas Makam Menteng Pulo

Megapolitan
Ajukan Anggaran Rp 26 Juta untuk Satu Tenda, Dinsos DKI Dicecar Komisi E

Ajukan Anggaran Rp 26 Juta untuk Satu Tenda, Dinsos DKI Dicecar Komisi E

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Depok, Barbuk 18 Kg Ganja

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Depok, Barbuk 18 Kg Ganja

Megapolitan
Ayah yang Bekap dan Todong Dua Putrinya Sudah Ditinggal Istri 5 Bulan Jadi TKI

Ayah yang Bekap dan Todong Dua Putrinya Sudah Ditinggal Istri 5 Bulan Jadi TKI

Megapolitan
Jadi Dewan Pengawas 7 RSUD Jakarta, Kinerja Anggota TGUPP Achmad Haryadi Diyakini Tak Efektif

Jadi Dewan Pengawas 7 RSUD Jakarta, Kinerja Anggota TGUPP Achmad Haryadi Diyakini Tak Efektif

Megapolitan
Imigrasi Kota Tangerang Tangkap 25 WNA yang Langgar Izin Tinggal

Imigrasi Kota Tangerang Tangkap 25 WNA yang Langgar Izin Tinggal

Megapolitan
Jadi Anggota TGUPP dan Dewan Pengawas 7 RSUD, Achmad Haryadi Dapat Gaji Dobel

Jadi Anggota TGUPP dan Dewan Pengawas 7 RSUD, Achmad Haryadi Dapat Gaji Dobel

Megapolitan
Pemkot Jakpus Pastikan Pasar Baru Metro Atom Siap Ditempati PKL Senen

Pemkot Jakpus Pastikan Pasar Baru Metro Atom Siap Ditempati PKL Senen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X