Antisipasi Pelecehan Seksual, PT KCI Diminta Pasang Kamera CCTV di KRL - Kompas.com

Antisipasi Pelecehan Seksual, PT KCI Diminta Pasang Kamera CCTV di KRL

Kompas.com - 12/07/2018, 14:43 WIB
Foto ilustrasi pelecehan seksualJosephus Primus Foto ilustrasi pelecehan seksual

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Komunitas KRL Mania Nurcahyo mengatakan, pihaknya pernah meminta manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk memasang kamera CCTV di semua gerbong di kereta rel listrik (KRL).

Selain untuk mengawasi tindak kejahatan seperti pencopetan, rekaman kamera CCTV juga bisa dijadikan sebagai bukti terjadinya tindak pelecehan seksual di dalam gerbong KRL.

"Kami juga sudah bilang ke PT KCI supaya di dalam KRL ada CCTV. Jadi kalau ada hal begitu (pelecehan) bisa di-follow-up karena ada barang bukti," ujar Nurcahyo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Korban Pelecehan Seksual di KRL Unggah Kejadian yang Dialami ke Medsos

Dia mengatakan, selama ini antara korban dan pelaku sering saling tuduh. Korban merasa dilecehkan oleh terduga pelaku, tetapi tidak memiliki bukti tindakan tersebut. Sementara terduga pelaku kekeh tidak melakukan hal tersebut dan merasa bahwa dia telah dituduh.

Pelaporan ke petugas kepolisian juga terbilang cukup sulit jika korban tidak memiliki bukti dan saksi, atau bahkan ketika pelakunya mengelak.

Keberadaan kamera CCTV bisa menjamin agar tidak terjadi kesalahpahaman, khususnya untuk tuduhan bagi penumpang laki-laki.

"Kalau kasus ini yang rugi bukan korban saja, tapi cowok-cowok jadi para parno (khawatir) naik KRL. Jadinya nanti dia bukan pelaku bisa saja tertuduh," ujar Nurcahyo.

Ia mengatakan, PT KCI belum mau memasang kamera tersebut karena pemasangan kamera CCTV dinilai kurang efektif guna mengawasi tindak kejahatan.

"'Mereka merespons, tapi katanya belum bisa dipasang. Katanya CCTV kurang efektif, enggak jelas katanya. Padahal itu bisa jadi minimal barang bukti," ujar Nurcahyo.

Baca juga: Ada 13 Kasus Pelecehan di KRL, Tak Satu Pun Korban Lapor ke Polisi

Baru-baru ini akun Twitter @Chachaang menceritakan pelecehan yang dialami si pemilik akun. Kejadian tidak menyenangkan itu diduga dilakukan oleh seorang laki-laki paruh baya.

Melalui akun twitternya, pemilik akun tersebut menceritakan bahwa pada Senin lalu pukul 19.20 ia naik KRL Jakarta Kota-Bekasi. Saat itu kondisi KRL padat dan berdempetan.

Di dalam KRL, korban merasakan hal aneh dan melihat seorang pria sedang melakukan tindakan tidak senonoh. Korban menegur dan memaki laki-laki itu. Namun, laki-laki tersebut hanya diam sambil senyum-senyum. Sedangkan para penumpang lain diam saja.

Padahal, kata korban dia sempat berteriak. Ada penumpang lain yang menyalahkan dia karena tidak naiki di gerbong khusus perempuan.


Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X