4 Orang Ditangkap Saat Selundupan Ekstasi di Balik Korset

Kompas.com - 12/07/2018, 15:20 WIB
Ilustrasi korsetShutterstock Ilustrasi korset

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang, masing-masing berinisial MAA, MR, AP, dan ABR, ditangkap polisi saat tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 26 April lalu. Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Alrasyidin Fajri mengatakan, keempat orang itu ditangkap karena menyembunyikan narkoba jenis ekstasi di balik korset yang mereka kenakan.

"Modusnya dengan menggunakan korset. Jadi narkotikanya ditaruh di dalam korset. Mereka berharap untuk mengelabui petugas kepolisian," kata Alrasyidin di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (12/7/2018).

Salah seorang tersangka, kata dia, bahkan menyembunyikan kantung berisi pil ekstasi di bagian tubuh yang vital.

Baca juga: Polisi Sita Pil Ekstasi Berbentuk Wajah Donald Trump

Alrasyidin menyebutkan, ada 18.000 pil ekstasi yang diamankan dari keempat tersangka tersebut.

Keempat orang itu, kata dia, merupakan kurir yang ditugaskan untuk mengirim pil ekstasi dari Tanjung Pinang di Riau ke Jakarta.

"Dari Banjarmasin mereka direkrut, lalu mereka ke Tanjung Pinang untuk ambil barang, lalu mereka kirimkan ke Jakarta dengan menggunakan kapal motor," ujar dia.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus itu dan mencurigai bahwa peredarannya dikendalikan oleh orang dari sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas).

Keempat tersangka pelaku kini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.


Terkini Lainnya

15 Camat Dikawal Super Hero 'Avengers' Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

15 Camat Dikawal Super Hero "Avengers" Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

Regional
Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Regional
Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Regional
Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Megapolitan
Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Internasional
Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Nasional
Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Internasional
Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Regional
'Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa'

"Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa"

Regional
KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

Megapolitan
Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Internasional
Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Megapolitan
DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

Megapolitan
Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan 'Vlog Idiot' Ahmad Dhani

Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan "Vlog Idiot" Ahmad Dhani

Regional

Close Ads X