Polisi Tembak Mati Komplotan Jambret Cempaka Putih yang Tewaskan Penumpang Ojek "Online"

Kompas.com - 13/07/2018, 07:32 WIB
SH (27), pelaku penjambretan  penumpang ojek online di Cempaka Putih menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASH (27), pelaku penjambretan penumpang ojek online di Cempaka Putih menyerahkan diri ke Mapolsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Udin (20), rekan pelaku pelaku penjambretan di Cempaka Putih, SH alias Sandi (27), tewas setelah ditembak polisi dalam upaya penangkapan di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Kamis (12/7/2018).

Udin ternyata terlibat membantu SH melakukan penjambretan yang menewaskan penumpang ojek online Warsilah (37). 

"Saat ini, Udin berada di RS Polri Kramat Jati yang sebelumnya saat pelaku berhasil dilumpuhkan, langsung dilarikan ke RS Polri. Akan tetapi, sebelum tiba, pelaku tewas kehabisan darah," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Jumat (13/7/2018).

Baca juga: Akhir Perjalanan Penjambret di Cempaka Putih yang Tewaskan Korbannya

Peran Udin dalam kasus penjambretan Warsilah diketahui berdasarkan hasil interogasi Sandi. Menurut Nico, Sandi dan Udin telah melakukan pengintaian terhadap Warsilah sebelum melakukan aksi penjambretan.

Saat itu Sandi dan Udin berada di kendaraan yang berbeda. 

"Selanjutnya kedua pelaku dengan motor masing-masing, di mana Udin berperan menghambat kecepatan laju kendaraan korban dengan meninjak rem agar kecepatan kendaraan korban bisa dikendalikan, sehingga pada ruas jalan yang memungkinkan Sandi untuk melakukan eksekusi terhadap ponsel korban di ruas jalan yang besar, sehingga Sandi dapat dengan mudah melarikan diri," papar Nico. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut rekaman CCTV yang diamankan Polisi, Udin masih sempat berhenti melihat korban jatuh dan tidak bergerak. Kemudian, Udin kembali melajukan kendaraan.

Baca juga: Penjambret di Cempaka Putih Ingin Minta Maaf kepada Keluarga Korban 

Polisi menyebut, Sandi kerap melakukan aksi penjambretan bersama Udin dan satu pelaku lainnya bernama Roji, yang saat ini masih dalam pengejaran petugas. 

Udin merupakan residivis kasus penjambretan, yang bebas secara bersyarat dari Lapas Cipinang pada April 2018, dan kini masih dalam masa percobaan. 

"Namun, pada awal bulan Juni 2018, Udin beraksi kembali bersama Sandi dan Roji di beberapa wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat," kata Nico. 

Kompas TV Sepekan diburu polisi, pelaku penjambretan yang menewaskan seorang penumpang ojek daring di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menyerahkan diri.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.