Pasir Khusus dari Bangka dan Jerman untuk Lintasan Pacuan Kuda Asian Games - Kompas.com

Pasir Khusus dari Bangka dan Jerman untuk Lintasan Pacuan Kuda Asian Games

Kompas.com - 14/07/2018, 13:55 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan arena Pacuan Kuda atau Equestrian di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Jakarta, Kamis (8/3). Arena pacuan kuda yang pengerjaannya dilakukan sejak 2016 itu saat ini pembangunannya sudah 90 persen dan masuk tahap finishing dan dipastikan siap digunakan untuk Asian Games 2018.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18MUHAMMAD ADIMAJA Pekerja menyelesaikan pembangunan arena Pacuan Kuda atau Equestrian di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Jakarta, Kamis (8/3). Arena pacuan kuda yang pengerjaannya dilakukan sejak 2016 itu saat ini pembangunannya sudah 90 persen dan masuk tahap finishing dan dipastikan siap digunakan untuk Asian Games 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta International Equestrian Park siap digunakan untuk pertandingan cabang olahraga pacuan kuda Asian Games 2018.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, pasir yang digunakan untuk lintasan kuda dibuat secara khusus.

"Pasirnya sudah lengkap dan pasir itu dibawa dari Pulau Bangka dan dicampur dengan fabric yang kami bawa dari Jerman," ujar Sandiaga di Jakarta International Equestrian Park, Pulomas, Sabtu (14/7/2018).

Pasir tersebut disebar dengan ketebalan 12 centimeter. Jika dilihat, tampak seperti ada serabut-serabut berwarna putih di hamparan pasirnya.

Namun Sandiaga menegaskan serabut itu bukan sampah melainkan campuran yang membuat pasir gembur.

"Itu bagian dari floor bed dari arena Jakarta Equestrian Park," ujar Sandiaga.

Baca juga: Jelang Asian Games, Pengerjaan Trotoar Sudirman-Thamrin Dikebut

Selain sebagai arena pacuan kuda, Equestrian Park ini juga dilengkapi dengan asrama dan tempat berlatih.

Tadi pagi, Sandiaga berkunjung ke venue Asian Games itu bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dia berharap Equestrian Park ini bisa terintegrasi dengan pusat kegiatan masyarakat lain seperti retail dan hotel.

"Sehingga setelah Asian Games bagaimana tempat ini bisa juga dijadikan sarana yang menunjang kegiatan masyarakat," kata dia.

Baca juga: Sambut Asian Games, JPO di Sudirman-Thamrin Akhirnya Hanya Dicat

Kompas TV Menjelang Asian Games 2018, tim polo air Indonesia mendatangkan 10 pemain profesional asal Serbia.


Terkini Lainnya


Close Ads X