PKL Liar di Kota Tua Mesti Segera Dicarikan Tempat Penampungan

Kompas.com - 16/07/2018, 11:48 WIB
Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lada, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat ramai berjajar di pintu Taman Fatahillah pada musim libur Lebaran seperti pada Rabu (20/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lada, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat ramai berjajar di pintu Taman Fatahillah pada musim libur Lebaran seperti pada Rabu (20/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasatpol PP Tamo Sijabat menyatakan, permasalahan pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Kota Tua, Jakarta, harus segera diselesaikan oleh Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (UKMP) Jakarta Barat dan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) dengan segera mencarikan lokasi yang tepat untuk menampung para PKL.

"Saya sudah menyampaikan (masalah tersebut) ke dinas UKMP dan pihak konsorsium Kota Tua. Dinas UKMP harusnya yang jemput bola untuk mencari lokasi. Kalau hanya mengandalkan Satpol PP tapi solusinya gak ketemu, kan sama aja gak terselesaikan," ujar Tamo saat dihubungi Kompas.com, Senin (16/7/2018).

Dari pantauan Kompas.com, Senin (16/7/2018), masih banyak PKL yang berjualan di depan Museum Mandiri.

Baca juga: Sebuah Bangunan di Kota Tua Roboh karena Faktor Usia dan Tak Terawat

Para petguas Satpol PP telah berusaha menertibkan para PKL tersebut. Namun mereka kembali berjualan saat para Satpol PP pergi.

Tamo menjelaskan,  fenomena tersebut disebabkan banyaknya PKL yang masih belum tertampung di lokasi binaan di Taman Kota Intan.

"Itu kan ada 1.100 PKL di sekeliling Kota Tua saja, sedangkan yang baru tertampung di Taman Kota Intan baru 450 PKL. Kami terus melakukan penertiban, tapi namanya pedagang kan susah karena mereka akan kembali lagi," lanjut Tamo.

Tamo berharap, lokasi yang disediakan Suku Dinas UKMP bisa membuat para PKL betah sehingga mereka tidak kembali berjualan di kawasan Kota Tua.

"Pedagang yang di Kota Intan saja masih bisa kembali lagi kalau pembelinya sepi. Kalau bisa cluster selanjutnya tepat dan mereka gak kembali lagi," kata Tamo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak-anak yang Lakukan Pornoaksi Pura-pura Belajar Online untuk Mengelabui Orangtua

Anak-anak yang Lakukan Pornoaksi Pura-pura Belajar Online untuk Mengelabui Orangtua

Megapolitan
'Orang-orang Memang Pakai Masker, tapi Mengapa saat Ngobrol Malah Dilepas?'

"Orang-orang Memang Pakai Masker, tapi Mengapa saat Ngobrol Malah Dilepas?"

Megapolitan
Pertamina Periksa Sampel Gumpalan Minyak di Pulau Pari

Pertamina Periksa Sampel Gumpalan Minyak di Pulau Pari

Megapolitan
Pemkot Jaktim Ingin Bangun Tugu Peti Mati untuk Ingatkan Bahaya Covid-19

Pemkot Jaktim Ingin Bangun Tugu Peti Mati untuk Ingatkan Bahaya Covid-19

Megapolitan
Terekam Kamera CCTV, Begini Detik-detik Penembakan Pria di Kelapa Gading

Terekam Kamera CCTV, Begini Detik-detik Penembakan Pria di Kelapa Gading

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Ada Sidang Tahunan MPR, Polisi: Tidak Usah Demo, Lagi Covid-19

Megapolitan
Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Cekcok di Pesawat, Pimpinan KPK Nawawi Pomolango Laporkan Putra Amien Rais ke Polisi

Megapolitan
Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Mendiang Kadis Parekraf di Mata Anies dan Ariza: Pribadi yang Baik serta Berdedikasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Pemprov DKI Diminta Sediakan Banyak Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Megapolitan
Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Fakta Kantor BMKG Ditutup Sementara akibat Covid-19: WFH Diterapkan, Peringatan Dini Bencana Tetap Berjalan

Megapolitan
Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Ada Sidang Tahunan di DPR, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas

Megapolitan
PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi: Positivity Rate 8,7 Persen, Kini CFD Ditiadakan

Megapolitan
Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Fakta-fakta Pengusaha Pelayaran Tewas Ditembak di Kelapa Gading

Megapolitan
UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

UPDATE 13 Agustus: Bertambah 34, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bekasi Capai 682

Megapolitan
Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Pembangunannya Sempat Terhambat, Jalur DDT Manggarai-Cikarang Diharapkan Rampung 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X