Konsorsium Kota Tua Tak Bisa Berikan Lahan untuk Menampung PKL Liar

Kompas.com - 16/07/2018, 18:38 WIB
Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lada, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat ramai berjajar di pintu Taman Fatahillah pada musim libur Lebaran seperti pada Rabu (20/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Lada, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat ramai berjajar di pintu Taman Fatahillah pada musim libur Lebaran seperti pada Rabu (20/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasional PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) Yayat Sujatna mengatakan, pihaknya tidak dapat menyediakan penambahan lahan untuk menampung pedagang kaki lima ( PKL) Kota Tua. 

Menurut dia, penambahan lahan itu merupakan kewenangan Pemprov DKI Jakarta. 

"Sebenarnya itu domainnya Pemerintah Provinsi DKI, Mbak," ujar Yayat kepada Kompas.com, Senin (16/7/2018).

Baca juga: PKL Liar di Kota Tua Mesti Segera Dicarikan Tempat Penampungan


Pihaknya hanya bisa mendukung pembinaan PKL yang dilakukan Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat.

"Kami selaku swasta bisa mendorong daya tarik PKL untuk berjualan di Taman Kota Intan, misalnya menyediakan hiburan sehingga masyarakat tidak jenuh," katanya. 

Pihaknya siap mendukung para PKL yang ingin naik kelas menjadi pedagang UMKM. 

Baca juga: Sebuah Bangunan di Kota Tua Roboh karena Faktor Usia dan Tak Terawat

Ia mengatakan, pihaknya sudah membuka tempat pemasaran di Gedung Cipta Niaga. Itu merupakan salah satu cara pihak swasta mendukung PKL yang mau naik kelas menjadi pelaku UMKM.

"Tentunya mereka sudah didorong untuk lebih meningkatkan kualitas barang dagangan dan mental dagangnya pun harus sudah berbeda," ujar Yayat.

Sebelumnya Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menyatakan, permasalahan PKL liar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, harus segera diselesaikan Suku Dinas KUMKMP Jakarta Barat dan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta dengan segera mencarikan lokasi yang tepat untuk menampung para PKL.

Baca juga: 13 Mesin Parkir Meter Akan Dipasang di Kali Besar Kota Tua

"Seharusnya jemput bola untuk mencari lokasi. Kalau hanya mengandalkan Satpol PP, tetapi solusinya enggak ketemu, kan, sama saja enggak terselesaikan," ujar Tamo.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (16/7/2018), masih banyak PKL yang berjualan di depan Museum Mandiri.

Para petugas Satpol PP telah berusaha menertibkan para PKL tersebut. Namun mereka kembali berjualan saat para Satpol PP pergi.

Baca juga: Pengelola Kota Tua Kaji Izin Parkir di Sekitar Kali Besar

Tamo menjelaskan, fenomena tersebut disebabkan banyaknya PKL yang masih belum tertampung di lokasi binaan di Taman Kota Intan. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Ada Jembatan Instagramable Berbentuk Kerang Hijau di Tugu Selatan

Megapolitan
Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Mahasiswa Tewas Ditabrak Truk, Pemkot Tangsel Akan Revisi Aturan Operasional Truk

Megapolitan
Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Polisi: Dosen Nonaktif IPB Abdul Basith Terlibat Peledakan Bom Molotov Saat Kerusuhan di Jakarta

Megapolitan
Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Hasil Survei, Lebih Banyak Warga DKI yang Setuju Bekasi Gabung Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Dishub DKI: Warga Tak Perlu Ragu Naik Bus Zhongtong

Megapolitan
Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Satu Bulan Jadi Penyedia Jasa Sepeda Listrik, Wawan Untung Rp 1 Juta

Megapolitan
Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Fans K-pop Sempat Kaget Setelah Billboard Berisi Tampangnya Viral

Megapolitan
Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Pemagaran Pelintasan Kereta Dekat Stasiun Palmerah Tak Ada Hubungannya dengan Pelantikan Presiden

Megapolitan
Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Mahasiswa Akan Lapor Ke Ombudsman jika Somasi Tak Digubris Pemkot Tangsel

Megapolitan
Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Banyak Pagar Pelintasan Kereta Api yang Kerap Dijebol Warga, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Bocah 8 Tahun yang Dicabuli Tetangga Alami Trauma hingga Tak Mau Sekolah

Megapolitan
Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Pria 42 Tahun Dituduh Cabuli Bocah 8 Tahun di Jakarta Timur

Megapolitan
Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Menjajal Bus Zhong Tong yang Telah Beroperasi Sepekan

Megapolitan
Cerita Fans K-pop Ditawari Pasang Billboard Berisi Tampangnya di Bekasi

Cerita Fans K-pop Ditawari Pasang Billboard Berisi Tampangnya di Bekasi

Megapolitan
Ingin Menyeberang Rel, Bocah 10 Tahun Tewas Tersambar Kereta di Depan Kampus UP

Ingin Menyeberang Rel, Bocah 10 Tahun Tewas Tersambar Kereta di Depan Kampus UP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X