Kompas.com - 19/07/2018, 16:53 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan, tindakan tegas terukur atau penembakan yang dilakukan polisi kepada para penjahat jalanan selama operasi kewilayahan berlangsung sudah sesuai dengan standard operating procedure (SOP) yang berlaku.

"Semua sudah sesuai SOP ya, sudah ada ketentuan yang mengatur," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/7/2018).

Ia mengatakan, penembakan pelaku kejahatan sudah berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk keselamatan petugas.

"Kalau polisi itu kalau dia terancam gimana kalau korban terancam gimana, apa kami biarkan semua? Ada SOP-nya dan yang nembak pun sudah kami periksa," sebutnya.

Baca juga: Polisi Tembak Mati Komplotan Jambret Cempaka Putih yang Tewaskan Penumpang Ojek Online

Operasi kewilayahan digelar sebagai tindak lanjut atas maraknya aksi kejahatan jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Operasi itu juga digelar untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang Asian Games yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Perintah tindakan tegas dan terukur terhadap tersangka pelaku yang melawan saat diamankan datang dari Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis.

Menanggapi hal ini Institutional for Criminal Justice Reform (ICJR) meminta agar operasi kewilayahan yang dilakukan Polda Metro Jaya diselidiki pihak berwenang.

Baca juga: Begal yang Terlibat Penembakan Wanita di Tangerang Ditembak Mati

Pasalnya, sejumlah terduga pelaku kejahatan tewas dan terluka akibat penggunaan senjata api dalam operasi itu.

"ICJR kemudian meminta agar dilakukan penyelidikan yang serius terhadap penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia tanpa diadili melalui pengadilan secara adil untuk menentukan apakah yang bersangkutan benar bersalah atau tidak," kata Direktur Eksekutif ICJR Anggara dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7/2018).

Operasi Kewilayahan Mandiri yang dilakukan Polda Metro Jaya sejak 3 Juli hingga 12 Juli 2018 diduga telah mengakibatkan 11 orang tewas, 41 orang menderita luka tembak di bagian kaki, dan 52 orang mendapatkan tindakan keras yang terukur. ICJR menilai tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Pemprov Jabar Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 1 Juli 2022, Simak Rinciannya

Megapolitan
Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Diambil dari Nama Pengunjung Terbanyak di Holywings

Hotman Paris Jelaskan Asal Munculnya Promosi Muhammad-Maria, Diambil dari Nama Pengunjung Terbanyak di Holywings

Megapolitan
PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

PPDB Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan Memilih SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Senin Ini, Simak Syarat Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Dimulai Hari Ini, Simak Cara Daftar PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang

Megapolitan
PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

PPDB Jenjang SMPN di Kota Tangerang Dimulai Hari Ini, Berikut Jadwal Lengkapnya

Megapolitan
Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Hotman Paris Angkat Bicara soal Promo Muhammad-Maria, Beri Penjelasan kenapa Pimpinan Holywings Tak Ikut Dijerat Polisi

Megapolitan
Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Sambut 413 Jemaah Haji di Asrama Bekasi, Ridwan Kamil: Jangan Mikirin Kampung Halaman, Fokus di Tanah Suci

Megapolitan
Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Cerita Ibu yang Viral di Media Sosial karena Suarakan Legalisasi Ganja Medis di CFD

Megapolitan
PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

PT Transjakarta Kembali Aktifkan Rute Tanjung Priok-Blok M dan Kebayoran Lama-Tanah Abang

Megapolitan
Izin Dicabut Buntut Prostitusi 'Bungkus Night', Hamilton Spa Jaksel Akan Disegel Permanen Hari Ini

Izin Dicabut Buntut Prostitusi "Bungkus Night", Hamilton Spa Jaksel Akan Disegel Permanen Hari Ini

Megapolitan
Menpar Sandiaga Sebut Pecinan Glodok Punya 'Storynomics Tourism' yang Kuat, Apa Itu?

Menpar Sandiaga Sebut Pecinan Glodok Punya "Storynomics Tourism" yang Kuat, Apa Itu?

Megapolitan
Waspada Sesar Baribis, BPBD DKI Akan Sosialisasikan Mitigasi Gempa Bumi

Waspada Sesar Baribis, BPBD DKI Akan Sosialisasikan Mitigasi Gempa Bumi

Megapolitan
Gelar Lomba Musik, Polda Metro Ajak Musisi Jalanan Tampil di Syukuran HUT Bhayangkara

Gelar Lomba Musik, Polda Metro Ajak Musisi Jalanan Tampil di Syukuran HUT Bhayangkara

Megapolitan
UPDATE 26 Juni 2022: Ada 130 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 507 Pasien Dirawat

UPDATE 26 Juni 2022: Ada 130 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel, 507 Pasien Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.