Sebelum Pelemparan Bom Molotov, Ada Orang Mencurigakan Tanya Rumah Mardani

Kompas.com - 20/07/2018, 19:44 WIB
Lokasi jatuhnya bom molotov yang di lempar ke halam rumah Mardani Ali Sera, Jalan KH Ahmad Madani No 199D, Pondok Gede, Bekasi, Kamis (19/07/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVILokasi jatuhnya bom molotov yang di lempar ke halam rumah Mardani Ali Sera, Jalan KH Ahmad Madani No 199D, Pondok Gede, Bekasi, Kamis (19/07/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Beberapa hari sebelum teror pelemparan bom molotov di Rumah Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera, ada orang tidak dikenal yang diduga tidak waras menanyakan keberadaan rumah Mardani.

"Pernah sekali itu kebetulan jemaah masjid juga dia orangnya agak begitu seperti tidak waras ya, penampilannya juga urak-urakan, menanyakan di mana rumah Pak Mardani, setelah itu ditanyakan warga emang kenapa, tetapi dia malah kabur pergi," kata Wijaya, menantu Mardani kepada Kompas.com, Jumat (20/07/2018).

Wijaya menyampaikan, teman-teman dari istrinya pernah ditanya orang yang tidak dikenal juga tentang keberadaan rumah Mardani. Namun, sebelum dijawab, orang tak dikenal tersebut langsung pergi.

Baca juga: Teror Molotov di Rumah Mardani Ali Sera, Politisi Gerindra Duga Bermotif Politik


Sebelumnya, Eprada, saksi pelemparan bom molotov, menyampaikan bahwa pada Minggu 15 Juli 2018, ada satu orang mengendarai sepeda motor yang berhenti di pos satpam LTQ (Lembaga Tahfidz Qur'an) Iqro yang letaknya di depan rumah Mardani.

Orang tersebut menanyakan seputar rumah Mardani dan diduga ingin mengirim undangan.

"Ciri-cirinya badannya tegap, rambutnya cepak, dia dateng ke pos yang ngadepin teman saya, bilangnya nanya rumahnya Pak Mardani di mana, terus mau survei kasih undangan," kata Eprada.

Lalu, pada hari Selasa 17 juli 2018, kata dia, ada 2 orang mengendarai motor yang bertanya kepada warga sekitar LTQ Iqro tersebut soal keberadaan rumah Mardani.

"Pas selasa itu ada dua orang naik motor mondar-mandir di sekitar sini terus tanya warga dimana rumah Pak Mardani, orang yang diboncengin itu terlihat bawa kamera," ujar Eprada.

Baca juga: Mardani Ali Sera Akan Diperiksa Polisi Terkait Pelemparan Bom Molotov

Rumah Mardani dilempari bom molotov pada Kamis (19/7/2018) dini hari. Diduga, pelaku berjumlah 2 orang dan masih diburu polisi.

Tidak korban jiwa dan kerugian dalam teror bom molotov ini. Polisi mengamankan barang bukti berupa pecahan-pecahan kaca yang diduga dari bom molotov serta satu botol utuh yang diduga bom molotov di tempat kejadian perkara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X