Kompas.com - 22/07/2018, 23:42 WIB
Antrean panjang penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Tangerang, Minggu (22/7/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAntrean panjang penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Tangerang, Minggu (22/7/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses perbaikan sistem e-ticketing kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek membuat sejumlah penumpang mengeluh.

Salah satunya, Ichsan Suhendra (29), penumpang KRL di Stasiun Bojong Gede yang tidak bisa menggunakan kartu bank untuk akses masuk gate elektronik. 

"Petugas bilang 'enggak usah nge-tap, langsung masuk saja', di saat masuk enggak bayar. Di saat berhenti di Stasiun transit Duri, ada pengumuman hari ini KAI ada gangguan cuma bisa pakai kartu multi trip, (kartu) dari bank enggak bisa," kata Ichsan kepada Kompas.com, Minggu (22/7/2018).

Baca juga: Perbaikan E-Ticketing KRL, Transaksi Sementara Pakai Tiket Kertas di 79 Stasiun

Ia mengeluarkan biaya perjalanan Rp 7.000 dari Stasiun Bojong Gede-Stasiun Tangerang. Saat membeli saldo kartu, ia harus mengantre sekitar 100 meter. 

"Dari empat line, (loket) yang dibuka cuma dua line dan antreannya mengular," ujarnya.

Antrean yang mengular juga dirasakan Widi (22), penumpang KRL di Stasiun Pondok Ranji.

Ia melihat para petugas turun tangan membantu penumpang mengakses gate elektronik.

Baca juga: Perbaikan Sistem E-Ticketing Commuter Line Ditargetkan Selesai Hari Ini

"Antreannya banyak banget, banyak juga (penumpang) yang marah-marah. Awalnya di kereta diumumkan (kartu) yang lama ditukar yang baru, enggak tahu kalau bakal ada ganguan," kata Widi.

Akibatnya, Widi ketinggalan satu perjalanan kereta. Ia pun harus membeli tiket harian berjamin (THB) seharga Rp 14.000.

Gilang (25), penumpang KRL Bekasi-Jakarta Kota merasakan ketidaknyamanan dengan teguran petugas saat sedang mengantre. 

"Si petugas bilang, 'kalau enggak mau ngantre, naik transportasi yang lain saja' sambil tangannya ngarahin gue ke luar pintu gerbang stasiun, dong," kata Gilang.

Baca juga: Antrean Panjang di Stasiun Tangerang karena Perbaikan E-Ticketing, Penumpang Kesal

Sebagai pemegang kartu Flazz BCA, ia mengaku tidak menerima sosialisasi petugas terkait kendala akses gate elektronik dan peralihan ke THB.

"Yang disesalkan adalah cacat sosialisasi, ketidakmatangan sistem yang diterapkan paksa, dan ketidaksiapan petugas dalam melayani saat kondisi darurat," ujarnya. 

Kendala juga dialami pengguna KMT yang mengganti nomor seri terbaru, Tika (23), penumpang KRL Cakung-Stasiun Tangerang.

Ia berangkat sekitar pukul 11.00 dengan menyiapkan saldo Rp 18.000, tetapi ternyata KMT barunya tidak bisa digunakan.

Baca juga: Antrean Panjang karena Perbaikan Sistem E-ticketing, PT KCI Minta Maaf

"Si petugas bilang, 'Mbak, (kartu) enggak bisa (digunakan) lagi perbaikan sistem'. Terus aku bilang, 'kan aku sudah pakai kartu yang baru. Enggak bisa juga? Terus gimana?', Petugas bilang, 'caranya, Mbak, bayar lagi'," ujar Tika.

Kepada Tika, petugas itu menyebut saldo dalam kartu barunya tidak berkurang.

Namun, ia harus mengeluarkan biaya Rp 5.000 untuk membeli kartu THB untuk perjalanan Cakung-Tangerang.

Baca juga: Ada Perbaikan Sistem E-Ticketing, Antrean Penumpang Mengular di Stasiun Manggarai

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyiapkan tiket kertas Rp 3.000 ke semua stasiun tujuan, mulai Senin (23/7/2018). Penumpang diminta menyiapkan waktu lebih dan uang tunai untuk pembayaran.

"Di stasiun awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk ditandai bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya disimpan sebagai bukti perjalanan," kata VP Komunikasi Perusahaan PT KCI Eva Chairunisa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Kebakaran 9 Kios di Pasar Rebo, Bermula dari Pedagang Tinggalkan Warung Saat Kompor Menyala

Megapolitan
88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

88 dari 90 Sekolah yang Ditutup akibat Temuan Kasus Covid-19 Sudah Dibuka Kembali

Megapolitan
Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Polda Metro Jaya Pulangkan 98 Karyawan Pinjol Ilegal di PIK

Megapolitan
Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Wagub DKI Anggap Wajar Studi Banding Panitia Formula E ke Arab Saudi

Megapolitan
Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Trotoar di Kebayoran Baru Diduga Diubah Tanpa Izin

Megapolitan
Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Ikan Bandeng di Pasar Malam Rawa Belong Dipanen Khusus untuk Perayaan Imlek

Megapolitan
Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Tradisi Keluarga Betawi Saat Imlek, Berikan Ikan Bandeng ke Orangtua dan Mertua

Megapolitan
UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

UPDATE 28 Januari: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 653

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Polisi Selidiki Dugaan Penyebaran Berita Bohong Terkait Kasus Dua Penjambret Tewas Ditabrak

Megapolitan
Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Polisi Cari Pria yang Pura-pura Tertabrak dan Adang Mobil di Pasar Rebo

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Anggota DPRD DKI Sebut Studi Banding Formula E Tak Perlu ke Arab Saudi, Cukup ke Mandalika

Megapolitan
Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Polisi Selidiki Video Pria Pura-pura Tertabrak Mobil, Diduga Hendak Memeras

Megapolitan
Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Pasar Malam Ikan Bandeng di Rawa Belong Diserbu Warga Jelang Imlek

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Kasus Covid-19 Melonjak, Epidemiolog: Jakarta Harusnya Terapkan PPKM Lebih Ketat

Megapolitan
Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Polisi Hentikan Penyidikan Penjambretan di Tebet karena Pelaku Tewas Ditabrak Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.