Pembobol ATM di Depok Mengaku Sudah 2 Kali Beraksi

Kompas.com - 23/07/2018, 18:20 WIB
Polisi Amankan Pembobol ATM Perkapuran, Depok, Senin (23/7/2018).Kompas.com/Cynthia Lova Polisi Amankan Pembobol ATM Perkapuran, Depok, Senin (23/7/2018).


DEPOK, KOMPAS.com - Pelaku pencurian di mesin ATM dengan modus mengganjal menggunakan potongan botol air mineral, KN (26), mengaku telah dua kali beraksi.

Saat kali kedua beraksi di daerah Pekapuran, Depok, KN terpergok sehingga akhirnya tertangkap. "Baru dua kali, di Jakarta Pusat sekali sama di sini (Pekapuran)," kata KN, di Mapolresta Depok, Senin (23/7/2018).

Baca juga: Pembobol ATM Bermodus Ganjal Potongan Botol Air Mineral Babak Belur Dihakimi Warga

KN mengaku beraksi beraksi bersama temannya. "Saya jalan sama teman, waktu itu saya posisinya lagi di dalam ruangan ATM. Eksekutornya bukan saya, namun teman saya dan dia kabur sekarang," ungkap KN.

Dari ATM yang dibobol di Jakarta Pusat, dia dan kawannya mengaku menggasak Rp 12 juta. Tetapi, dia belum sempat menikmati uang tersebut karena lebih dulu tertangkap.

"Pembobolan yang pertama dapat Rp 12 Juta di Jakarta Pusat, tapi bukan saya yang ambil, teman saya sekarang kabur orangnya," ujar dia.

Baca juga: 2 Pembobol Indomart di Bekasi Spesialis Pencuri di Toko dan Ruko

Wakapolresta Depok AKBP Arif Budiman sebelumnya mengatakan, penangkapan KN bermula saat satpam ATM di tempat kejadian mencurigai pelaku yang masuk ke gerai ATM tanpa melepas helm.

"Saat ditanya satpam ATM, pelakunya kaget lalu mereka akhirnya berkelahi (satpam dan pelaku) sampai pintu yang TKP itu jebol," kata Arif, Senin.

Kompas TV Hasil dari kejahatan pelaku digunakan untuk biaya sewa hotel dan berfoya-foya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X