Meski Dilarang, Pengendara Motor Masih Nekat Terobos JLNT Casablanca

Kompas.com - 24/07/2018, 10:12 WIB
Pemotor nekat melintasi Jalan Layang Non-Tol Casablanca meski telah dilarang, Selasa (24/7/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Pemotor nekat melintasi Jalan Layang Non-Tol Casablanca meski telah dilarang, Selasa (24/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengendara motor terlihat melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018) pagi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di ujung JLNT di kawasan Karet, Jakarta Pusat, dalam rentang waktu 15 menit yaitu pada pukul 09.15 hingga pukul 09.30, terdapat tujuh motor yang terpergok melintasi JLNT Casablanca.

Ketiadaan petugas kepolisian yang berjaga di masing-masing bibir JLNT Casablanca-Tanah Abang sepertinya membuat pengendara motor tetap melintasi jalan tersebut, meskipun dilarang.

Baca juga: Puluhan Motor Setiap Hari Kena Tilang di JLNT Casablanca

"Tadi di depan sana enggak ada polisi sih, Mas, jadi ya sudah nekat saja. Toh jalanan juga macet jadi kayaknya enggak mungkin juga polisi menilang," kata Arif, salah seorang pengendara motor.

Ujung JLNT di kawasan Karet terlihat macet. Antrean kendaraan ke arah Tanah Abang terlihat mengular.

Sementara, arus lalu lintas JLNT yang mengarah ke Kampung Melayu tampak lancar.

Baca juga: Pengendara Motor di JLNT Casablanca Akan Dikenakan Sanksi Maksimal

Kendaraan dari Tanah Abang umumnya tidak melintasi JLNT Casablanca karena hendak mengarah Sudirman atau Kuningan.

"Ini tadi lagi buru-buru mau antar istri jadi lewat atas (JLNT). Soalnya yang (jalan) bawah macet sih, lewat atas (JLNT) lumayan bisa hemat beberapa menitlah," kata Joko, pengendara motor lainnya.

Sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, pihaknya memberlakukan sanksi maksimal bagi para pengendara kendaraan roda dua yang nekat melintas di JLNT Casablanca.

Baca juga: Selain Pungli, Polisi Gadungan di JLNT Casablanca Minta Pengendara Push Up

"(Pelanggar) dikenakan sanksi pidana kurungan 2 bulan atau denda Rp 500.000," ujar Budiyanto, Selasa (17/7/2018).

Ia mengatakan, sanksi tersebut berdasarkan Pasal 278 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dalam pasal itu disebutkan, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X