Kompas.com - 24/07/2018, 15:17 WIB
Ilustrasi Pungli ShutterstockIlustrasi Pungli

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, oknum Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, telah merusak nama baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kelurahan Gandaria Utara berada dalam satu kecamatan dengan daerah rumah Sandiaga.

"Dia sudah merusak nama satu kelurahan, satu kecamatan malah rusak. Itu kan dekat rumah saya," ujar Sandiaga di Cikini, Selasa (24/7/2018).

Sandiaga meminta ada sanksi tegas untuk oknum tersebut. Menurut Sandiaga, sanksi yang diberikan saat ini sangat ringan. Oknum tersebut hanya diberi sanksi tidak mendapat tunjangan kinerja daerah (TKD) selama 1 tahun.

"Saya juga kaget kok sanksinya kok very light (sangat ringan) begitu ya. (Makanya) saya mau tanya dulu. Kalau di dunia usaha sih dipecat, simple saja, enggak ada ba bi bu," ujar Sandiaga.

Baca juga: Sandi Kaget, Sanksi buat Oknum Kelurahan Pelaku Pungli Sangat Ringan

Sandiaga mengatakan, dia juga tidak bisa asal menambah sanksi. Sebab, sanksi terhadap oknum tersebut diberikan berdasarkan peraturan yang ada.

"Kalau saya instruksinya di luar UU, saya pasti menyalahi aturan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

seorang warga di Kelurahan Gandaria Utara, yaitu Salmah, telah menjadi korban pungli yang dilakukan salah satu oknum di Kelurahan Gandaria Utara. Berdasarkan cerita Salmah, oknum berinisial A tersebut meminta uang untuk mengurus sertifikat rumah.

Awalnya dia dimintai uang sebesar Rp 500.000 untuk biaya pengukuran satu rumah. Setelah itu, A itu terus-menerus meminta uang kepada Salmah untuk mengurus surat-surat. Lebih kurang sudah Rp 8 juta uang yang dia keluarkan. Namun sertifikatnya tidak kunjung selesai.

A merupakan seorang staf Seksi Pelayanan Masyarakat di Kelurahan Gandaria Utara. Sekretaris Camat Kebayoran Baru Sjamsul Idris mengatakan A sudah mengaku salah. Atas perbuatannya, A diberikan sanksi.

"Jadi, kami ambil kesimpulan hukumannya (pelanggaran) sedang. Sedang itu dengan kemungkinan hukuman tidak menerima TKD selama satu tahun," ujar Sjamsul.

Baca juga: Terungkapnya Praktik Pungli di Kelurahan Gandaria Utara



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

Megapolitan
Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Megapolitan
Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Megapolitan
Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 Jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Megapolitan
Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Megapolitan
Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Megapolitan
Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Megapolitan
Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.544 Orang

Megapolitan
Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membumbung Tinggi

Kebakaran Landa Gudang di Parakan Sawangan, Asap Membumbung Tinggi

Megapolitan
Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Pengusaha Warteg Mengaku Babak Belur karena Pandemi Covid-19

Megapolitan
Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan PPKM Level 4 di Jakarta?

Berakhir Hari Ini, Bagaimana Kelanjutan PPKM Level 4 di Jakarta?

Megapolitan
Kapolda Metro: Perang Lawan Covid-19 Belum Usai, Buang Ego Tak Mau Divaksin

Kapolda Metro: Perang Lawan Covid-19 Belum Usai, Buang Ego Tak Mau Divaksin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X