Viral di Media Sosial, Pelaku Tabrak Lari di Cempaka Putih Menyerahkan Diri

Kompas.com - 24/07/2018, 19:12 WIB
Tabrak lari. mattsharplaw.comTabrak lari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Lantas Jakarta Pusat AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan pelaku tabrak lari yang menewaskan seorang remaja berinisial SP (17) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat  telah menyerahkan diri. Peristiwa tabrak lari pada Sabtu (21/7/2018) tersebut sempat viral di media sosial.

"Tersangka TS (53) menyerahkan diri hari minggu ke polisi," ujar Juang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/7/2018).

Juang mengatakan, kasus tabrak lari terjadi Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB. Akibat kecelakaan tersebut SP mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia saat dibawa ke Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih.

"Kecelakaan terjadi di simpang empat RS Islam. TS mengendarai minibus dari arah selatan menuju utara, sedangkan SP mengendarai sepeda motor dari arah timur ke barat," tambah Juang.


Baca juga: Seorang Pria Tewas Berlumuran Darah di Pasar Minggu, Diduga Korban Tabrak Lari

Ia mengatakan, saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut

"Kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memanggil keluarga korban beberapa hari ke depan. Saat ini mereka kan masih sedih," kata Juang.

Kejadian tabrak lari tersebut sempat viral di media sosial Twitter. Postingan diunggah oleh teman korban SP pada Sabtu sore dengan menyertakan nomor pelat mobil tersangka. Unggahan tersebut telah disebar lebih dari 3000 kali dengan dibanjiri puluhan ungkapan belasungkawa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X