Sandiaga Sebut yang Punya BPJS Ketenagakerjaan di DKI Tak Sampai 20 Persen dari Target 2 Juta

Kompas.com - 24/07/2018, 19:50 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai hadir dalam acara launching stikerisasi aman saji Asian Games di Plaza Indonesia, Selasa (24/7/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno usai hadir dalam acara launching stikerisasi aman saji Asian Games di Plaza Indonesia, Selasa (24/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemprov DKI punya target besar untuk menambah jumlah pekerja yang mendapat layanan BPJS Ketenagakerjaan.

Sebab, saat ini, jumlah pekerja yang mendapat layanan BPJS Ketenagakerjaan masih jauh di bawah target DKI.

"Kalau di DKI untuk target 2 juta saja baru tercapai tidak sampai 20-30 persen. Ini masih kita dorong terus. Ambisi kita adalah, kita semua yang kerja di DKI dapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan," ujar Sandiaga, di kawasan Cikini, Selasa (24/7/2018).

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 29,6 Juta Peserta Aktif

Sandiaga mengatakan, hal ini karena banyak pekerja di sektor informal di Jakarta. Pekerja di sektor informal biasanya tidak memiliki data yang rapi, sehingga tidak mudah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan. 

Padahal, seharusnya pekerja di sektor informal pun bisa mendapat layanan BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, Sandiaga berencana untuk menjalin kerja sama dengan BPKS Ketenagakerjaan melalui program OK OCE.

Baca juga: Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Semester I Capai 15,10 Triliun

Dia berharap, pengusaha UMKM yang menjadi anggota OK OCE bisa mendapat layanan BPJS Ketenagakerjaan.

"Pendekatan OK OCE, kita punya datanya by name by address, basis data terpadu program kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pra-sejahtera bisa kita miliki dan datanya akan kita berikan layanan dan manfaat," ujar Sandiaga.

Kompas TV Bagi para pekerja yang tercatat di BPJS Tenaga Kerja. Para peserta akan menerima hasil pengembangan jaminan hari tua sebesar 7,8 persen.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X