Saat Anies Kritik Pemerintahan Terdahulu dan Media soal Kali Item

Kompas.com - 25/07/2018, 09:52 WIB
Pekerja memasang jaring-jaring untuk menutupi aliran Kali Sentiong atau Kali Item di Jakarta Utara, Jumat (20/7/2018). Pemasangan jaring-jaring berbahan nilon untuk mengatasi buruknya rupa Kali Item sebelum menerima para atlet Asian Games 2018 dari mancanegara yang akan menginap di Wisma Atlet. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPekerja memasang jaring-jaring untuk menutupi aliran Kali Sentiong atau Kali Item di Jakarta Utara, Jumat (20/7/2018). Pemasangan jaring-jaring berbahan nilon untuk mengatasi buruknya rupa Kali Item sebelum menerima para atlet Asian Games 2018 dari mancanegara yang akan menginap di Wisma Atlet.

JAKARTA, KOMPAS.com - Buruknya kondisi Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat, membuat heboh publik beberapa waktu terakhir. Kali itu mengalir persis di samping Wisma Atlet, tempat para alet Asian Games dari berbagai negara akan menginap pada pertengahan Agustus hingga awal September mendatang.

Kondisi kali itu dinilai sudah tak tertolong dengan bau busuk yang menyeruak dan warna air yang hitam sementara penyelenggaran Asian Games sudah di depan mata. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutupi bagian kali di belakang Wisma Atlet Kemayoran dengan waring atau kain hitam.

Langkah itu menuai kritik hingga cemoohan.

Baca juga: Anggaran Setengah Miliar untuk Meredam Bau Menyengat Kali Item...

Ketika meninjau kali itu Sabtu (21/7/2018) lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan langkah itu terpaksa diambilnya demi mencegah para atlet Asian Games yang akan menginap di situ terganggu dengan bau kali tersebut.

Anies mengatakan tak banyak yang bisa dilakukannya sebab dining hall atau ruang makan atlet sudah ditetapkan di sebelah aliran Kali Item.

"Jadi ketika desain ini dirancang, tempat makan atlet berada di samping sungai. Jadi sekarang kami yang harus menata supaya tidak terlalu kuat aromanya," kata Anies di Kemayoran, Sabtu itu.

Menurut Anies, Kali Item sudah menahun kondisinya. Ia mengkritik pemerintahan-pemerintahan sebelumnya yang membiarkan kondisi sehingga kini ia harus membereskannya.

"Problem ini bukan problem yang munculnya bulan lalu. Ini adalah masalah yang sudah menahun dan di masa-masa lalu tidak diselesaikan. Jadi, kami terima warisan masalah ini," kata Anies di Taman Margasatwa Ragunan, Selasa kemarin.

"Kenyataannya ada kali yang hitam, kotor, bau. Itu kenyataan yang kami terima, bukan kami yang membuat. Itu ada di situ. Jadi, kalau dulu sudah dibersihkan, ya kami enggak nerima masalah ini. Tapi sekarang masih ada," ujar dia.

Kritik Media

Selain mengkritik pemerintahan sebelumnya, Anies juga mengkritik media massa nasional yang memberitakan soal Kali Item. Kritik itu disampaikannya ketika ia dimintai tanggapannya soal pemberitaan di media asing tentang kondisi Kali Item yang dikaitkan dengan persiapan Asian Games 2018.

"Tentu (Kali Item diberitakan media asing) karena diberitakan oleh media nasional. Jadi, media internasional itu hanya mengambil dari media lokal," kata Anies.

Salah satu media asing yang menyoroti Kali Item yakni Channel News Asia. Media tersebut membuat berita mengenai Kali Item dengan judul Jakarta covers up 'stinky, toxic' river near Asian Games village.

Baca juga: Anies: Jika yang Kelola Jakarta Dulu Memperhatikan, Kita Enggak Punya Warisan Kali Item

Anies menyampaikan, media nasional punya pilihan untuk memberitakan sisi apa pun soal Asian Games dan Indonesia. Pilihan media-media nasional, kata Anies, akan diikuti media asing.

"Bila teman-teman (media nasional) mengambil sisi suram, maka itulah yang akan diikuti, diambil oleh media internasional juga. Bila media lokal ambil sisi cerah, itu pula yang akan diambil," kata dia.

Anies berharap media nasional memberitakan hal positif tentang Indonesia menjelang Asian Games hingga perhelatan itu berlangsung.

"Karena itu, kita kerja sama-sama nih. Kita mau tunjukkan sisi mana," ucap Anies.

"Kalau saya, mari kita tunjukkan Indonesia yang positif, Indonesia yang baik," tambah dia.

Sejumlah langkah telah dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi bau menyengat Kali Item. Setelah mencoba memasang pagar tanaman untuk menghalau bau, Dinas Sumber Daya Air kemudian memasang teknologi nano bubble untuk menjernihkan airnya.

Langkah terbaru adalah Pemprov DKI memasang waring di aliran dekat dining hall Wisma Atlet untuk mencegah penguapan air kali itu. Waring hitam ini nantinya akan ditimpa dengan tanaman dan lampu-lampu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Sudah Ditetapkan KPU, Tiga Paslon Pilkada Tangsel Baru Boleh Kampanye 26 September

Megapolitan
Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Satpol PP Jakbar Sebut Banyak Ojol Tak Jalankan Sanksi PSBB dengan Alasan Antar Pesanan

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Wagub DKI Jakarta: Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Naik, Tingkat Kematian Turun

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Polisi Tangkap 10 Tersangka Kasus Aborsi di Jakpus, Ini Peran Mereka

Megapolitan
Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pengemudi Diamankan Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Seminggu Pengetatan PSBB, Uang Denda Pelanggar di Jakbar Mencapai Rp 43,5 Juta

Megapolitan
Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Dinilai Aneh, Napi Kabur dari Lapas Tangerang Tanpa Bekas Tanah

Megapolitan
KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

KPU Tetapkan Tiga Paslon dalam Pilkada Tangsel: Muhamad-Sara, Azizah-Ruhamaben, dan Benyamin-Pilar

Megapolitan
Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Asap Hitam Tebal di Jalan Sawangan Depok, Warga Bakar Ranting Merembet ke Kabel

Megapolitan
Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Hotel Ini Sudah Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Kemenkumham Ingin Napi yang Kabur dari Lapas Tangerang Dieksekusi Mati jika Tertangkap

Megapolitan
Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Polisi Tangkap 10 Pelaku Praktik Aborsi Ilegal di Jakarta Pusat

Megapolitan
Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Wagub DKI Klaim Kepatuhan Perkantoran Terhadap Protokol Kesehatan Meningkat pada Pekan Pertama PSBB

Megapolitan
Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Kakanwil Kemenkumham Sebut Tak Masuk Akal Napi Bikin Terowongan untuk Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Wali Kota Jaktim Klaim Banjir Hanya di Satu Titik, Bagaimana Faktanya?

Wali Kota Jaktim Klaim Banjir Hanya di Satu Titik, Bagaimana Faktanya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X