Kompas.com - 25/07/2018, 16:54 WIB
Gubernur Sumsel Alex Noerdin meninjau pengerusakan kursi di stadion Glora Jakabaring Palembang, Senin (23/7/2018) KOMPAS.com/ Aji YK PutraGubernur Sumsel Alex Noerdin meninjau pengerusakan kursi di stadion Glora Jakabaring Palembang, Senin (23/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin memastikan semua kursi yang rusak di Stadion Jakabaring telah diperbaiki. Perbaikan rampung Rabu (25/7/2018) ini.

"Saya dapat laporan jam 14.00 semua kursi sudah beres, sudah rapi kembali," kata Alex, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI, terkait persiapan menghadapi Asian Games dan Asian Para Games 2018, Rabu siang.

Baca juga: Pelaku Perusakan Stadion Jakabaring Menangis di Kantor Polisi

Selain melakukan perbaikan, Alex mengatakan, ia telah memanggil para suporter Sriwijaya FC agar tak mengulangi perbuatannya.

"Saya katakan Portugal kalah, Brazil kalah, Spanyol kalah, suporternya enggak ngamukngerusak stadion di Rusia. Kalau emosi ditahan, jangan ngerusak, teriak saja boleh," ujar Alex.

Sebelumnya, oknum suporter Sriwijaya FC mengamuk dan merusak kursi Stadion Jakabaring pada Sabtu (21/7/2018). Kericuhan terjadi saat Sriwijaya FC bertanding dengan Arema FC.

Baca juga: Buntut Perusakan Stadion Jakabaring, Manajemen Sriwijaya FC Akan Diperiksa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oknum suporter yang mengamuk karena tim kesayangnya kalah lantas mencopot kursi tribun dan melemparkannya ke arah petugas.

Pascakejadian, polisi menangkap 20 orang suporter. Namun, baru dua yang ditepkan sebagai tersangka pengerusakan fasilitas untuk Asian Games itu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Tiga Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Masih Bertugas Hingga Hari Ini

Megapolitan
Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Ingin Menolong Temannya, Bocah 13 Tahun Tewas Tenggelam di Kali Ciliwung

Megapolitan
Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal Dipulangkan Hari Ini

Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Asal Portugal Dipulangkan Hari Ini

Megapolitan
Polisi Tetapkan 8 Tersangka pada Kasus Begal Motor di Kalideres

Polisi Tetapkan 8 Tersangka pada Kasus Begal Motor di Kalideres

Megapolitan
ASN Kota Tangerang Belum Tes Narkoba, Kesbangpol Terganjal Izin Wali Kota

ASN Kota Tangerang Belum Tes Narkoba, Kesbangpol Terganjal Izin Wali Kota

Megapolitan
Polisi Sebut 2 Kendala pada Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Polisi Sebut 2 Kendala pada Penyelidikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Megapolitan
Tepergok Pemilik Motor, Pencuri Tertangkap di Tanjung Priok

Tepergok Pemilik Motor, Pencuri Tertangkap di Tanjung Priok

Megapolitan
Kipas Angin Meledak, Apinya Langsung Hanguskan Kamar Berbahan Kayu di Cipondoh

Kipas Angin Meledak, Apinya Langsung Hanguskan Kamar Berbahan Kayu di Cipondoh

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintesis di Kabupaten Bogor Ditangkap, 24 Kg Bahan Baku Disita

Produsen Tembakau Sintesis di Kabupaten Bogor Ditangkap, 24 Kg Bahan Baku Disita

Megapolitan
Kantor Non-esensial di Jakarta Boleh WFO Maksimal 25 Persen Selama PPKM Level 3

Kantor Non-esensial di Jakarta Boleh WFO Maksimal 25 Persen Selama PPKM Level 3

Megapolitan
Warga yang Laporkan 16 Sekuriti Perumahaan di Kembangan Mengaku Kendaraannya Sering Diadang

Warga yang Laporkan 16 Sekuriti Perumahaan di Kembangan Mengaku Kendaraannya Sering Diadang

Megapolitan
Ganjil Genap Jakarta Berlaku Jam Berapa?

Ganjil Genap Jakarta Berlaku Jam Berapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.