Penjelasan Dishub DKI tentang "Pelican Crossing"

Kompas.com - 26/07/2018, 13:01 WIB
Tampak pengendara motor menerobos pelican crossing di depan Mall Ambassador, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/07/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVITampak pengendara motor menerobos pelican crossing di depan Mall Ambassador, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/07/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membuat pelican crossing di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, pelican crossing memang berbeda dengan tempat penyeberangan biasa seperti zebra cross.

Dari namanya, pelican crossing merupakan kependekan dari pedestrian light controlled crossing. Andri mengatakan, ciri khusus pelican crossing adalah adanya traffic light.

Baca juga: “Pelican Crossing” Bisa Diterapkan asal Keamanan Pedestrian Terjamin


"Jadi pelican crossing itu lebih lengkap karena dilengkapi dengan traffic light, tombol difabel untuk menyeberang, dan pengeras suara," ujar Andri di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

Pejalan kaki bisa mengontrol arus lalu lintas dengan cara menekan tombol yang ada di traffic light itu.

Ketika tombolnya ditekan, traffic light akan memberikan waktu beberapa detik kepada pejalan kaki untuk menyeberang.

Baca juga: JPO Dinilai Lebih Efektif daripada Pelican Crossing

Sementara kendaraan bermotor harus berhenti mematuhi traffic light. Lampu lalu lintas itu akan memunculkan warna merah ketika tiba waktu pejalan kaki menyeberang.

Andri mengatakan, pelican crossing semacam ini juga sudah ada di Jakarta.

"Seperti yang di depan IRTI itu contohnya," kata dia. 

Baca juga: Ini Perbedaan Pelican Crossing dan Zebra Cross

Ia mengatakan, pelican crossing sudah biasa digunakan di luar negeri.

Pelican crossing bisa memberi kesetaraan bagi pejalan kaki termasuk penyandang difabel. Untuk di Jakarta, penyediaan pelican crossing masih dilakukan bertahap. 

"Sekarang yang diprioritaskan adalah di jalan-jalan protokol yang tingkat lalu lintasnya sangat tinggi," ujar Andri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X