Waring dan Rumput Trotoar Hanya Sementara, Anies-Sandi Dinilai Boros

Kompas.com - 26/07/2018, 15:29 WIB
Dua orang penumpang bus nekat menyeberangu area rerumputan yang memisahkan halte bus di depan Gedung Graha CIMB Niaga, Senayan, dengan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (24/7/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DDua orang penumpang bus nekat menyeberangu area rerumputan yang memisahkan halte bus di depan Gedung Graha CIMB Niaga, Senayan, dengan Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (24/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, mengkritik beberapa solusi sementara yang dilakukan Pemprov DKI terkait persiapan Asian Games 2018. Bestari antara lain kritik soal kain waring di Kali Item dan rumput di trotoar Jalan Jenderal Sudirman.

"Sangat boros karena itu, kan, akhirnya dibuang. Pada saat Kali Item dikerjakan memang jaringnya akan diapakan? Enggak terpakai toh. Sama dengan rumput," ujar Bestari, Kamis (26/7/2018).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno dinilai punya cukup waktu. Masalah trotoar dan Kali Item seharusnya jadi perhatian sejak awal Anies-Sandiaga menjabat.

Baca juga: Menpora Bilang Kain Waring Tak Efektif Hilangkan Bau di Kali Item, Ini Kata Sandiaga

Jika dilakukan lebih cepat, revitalisasi trotoar bisa selesai tepat waktu tanpa harus menambah rumput. Begitu juga dengan Kali Item, Pemprov DKI sesungguhnya punya waktu untuk melakukan penjernihan.

Bestari juga merujuk ke ABPD DKI 2017. Dana ABPD DKI 2017 banyak yang tidak terpakai.

"Jadi memang sedikit terlambat ya menangani ini semua. Kan sejak dilantik sudah tahu bahwa akan ada Asian Games, seharusnya langsung dikerjakan. Agak membingungkan kalau di 2017 akhir justru banyak pekerjaan yang tidak terserap sehingga menghasilkan silpa yang begitu besar," kata Bestari.

Akibatnya, saat ini Pemprov DKI malah membuat solusi-solusi sementara. Bestari menyayangkan solusi sementara itu karena terkesan dipaksakan. Contohnya yakni rumput di trotoar Jalan Sudirman.

Menurut Bestari, para atlet Asian Games dari mancanegara akan heran melihat ada rumput di trotoar yang sejatinya untuk pejalan kaki.

Baca juga: Sandiaga Bilang Area Rumput di Trotoar Sudirman untuk Beautifikasi Asian Games

" Trotoar, kan, untuk diinjak-injak, tapi kok ada rumput dan rumputnya jadi diinjak-injak juga," ujar Bestari.

Begitu juga dengan kain waring yang dia nilai hanya untuk menutupi Kali Item yang buruk rupa.

Waktu pelaksanaan Asian Games sudah di depan mata. Solusi jangka panjang tidak bisa lagi dilakukan dalam waktu dekat ini.

Bestari berharap Anies dan Sandiaga bisa memoles solusi sementara tersebut agar fungsinya bisa maksimal. Misalnya, rumput di trotoar dipasangi konblok untuk injakan kaki. Dengan demikian, rumput tidak perlu diinjak-injak.

"Dalam beberapa hari ke depan, Gubernur harus mampu menemukan solusi yang standar, bukan sekadar borok yang dibungkus-bungkus," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Polisi dan TNI Akan Tempatkan Aparat di Pasar Swalayan Selama PSBB Jakarta

Megapolitan
Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Dishub DKI: Boleh Berboncengan asal Tujuannya Sama dengan Si Pengendara Motor

Megapolitan
Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Polisi Janji Kedepankan Cara Persuasif untuk Bubarkan Kerumunan

Megapolitan
GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

GBK Tutup Selama PSBB, Kendaraan Dilarang Masuk

Megapolitan
Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Jualan Online Berjalan seperti Biasa Saat PSBB, Pelaku Bisnis Masih Khawatir Kena Sanksi

Megapolitan
DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

DKI Jakarta Efektif PSBB, Ini Langkah Grab agar Mitra Terus Beroperasional

Megapolitan
PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

PSBB DKI Jakarta, Pengendara Sepeda Motor Pribadi Boleh Berboncengan

Megapolitan
Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Kaum Miskin Kota Sekarat, Mati karena Corona atau Mati Kelaparan

Megapolitan
Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Sektor Usaha yang Dikecualikan Selama PSBB Wajib Batasi Aktivitas Kerja Pegawainya

Megapolitan
[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

[UPDATE] 10 April, Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Tembus 1.719 Orang

Megapolitan
PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

PSBB Jakarta, Barang Nonkebutuhan Pokok Tetap Dapat Diakses di Marketplace

Megapolitan
Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Anies Terbitkan Pergub soal PSBB, Dua Kegiatan Ini Masih Diperbolehkan

Megapolitan
Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Ingat, Perusahaan yang Masih Diizinkan Beroperasi Harus Selalu Bersih hingga Dekat dengan Fasilitas Kesehatan

Megapolitan
Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Diizinkan Tetap Buka, Beberapa Poin Harus Diperhatikan Pengelola Penyedia Makan di Masa PSBB

Megapolitan
Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Jumlah Tempat Tidur Pasien Covid-19 dan PDP di Depok Tak Memadai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X