Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih Sepi dari Pelanggar Ganjil-Genap - Kompas.com

Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih Sepi dari Pelanggar Ganjil-Genap

Kompas.com - 01/08/2018, 09:14 WIB
Kondisi Lalu lintas di Simpang Perintis Kemerdekaan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018)KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Kondisi Lalu lintas di Simpang Perintis Kemerdekaan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dibantu Polisi Lalu Lintas Polres Jakarta Timur berjaga untuk memantau aturan perluasan ganjil genap di simpang Coca Cola atau Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Berdasarkan pantauan Kompas.com Rabu, hingga pukul 08.00 WIB belum tampak pengendara mobil yang melanggar aturan ganjil genap di Simpang Perintis Kemerdekaan arah Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur.

Salah satu petugas Dishub DKI Jakarta, Riyo, mengatakan hari ini telah diberlakukan penindakan tilang bagi pengendara mobil yang melanggar.

"Kalau ada yang langgar, polisi langsung menilang. Tapi sampai sekarang belum ada yang melanggar, mungkin karena sudah sebulan sosialisasi," ucap Riyo kepada Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Hindari Ganjil Genap, Pengemudi Honda Jazz Ditilang karena Salah Pasang Pelat Nomor

Arus lalu lintas menuju Jalan Ahmad Yani terpantau lancar. Pengendara mobil yang pelat mobilnya tidak sesuai dengan tanggal harus melalui jalur alternatif yaitu menuju Jalan Letjen Suprapto.

Kendati begitu, tidak tampak kemacetan di jalur alternatif yang menuju Jalan Letjen Suprapto.

Aturan perluasan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap dibuat untuk menyambut Asian Games yang akan berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Baca juga: Saya Lupa Sekarang Tanggal 1 Ganjil, Enggak Bisa Dimaafin Pak?

Sistem ganjil-genap itu diberlakukan di Jalan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, sebagian Jalan Gatot Subroto (persimpangan Jalan HR Rasuna Said sampai Gerbang Pemuda), Jalan S Parman-Gatot Subroto-MT Haryono-DI Panjaitan-Ahmad Yani-hingga Simpang Coca Cola atau Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih. 

Sistem yang sama juga diberlakukan di Jalan Arteri Pondok Indah atau di ruas jalan Simpang Kartini sampai simpang Pondok Indah Mall, dan di Jalan HR Rasuna Said di Jakarta Selatan.

Sistem tersebut juga diterapkan di Jalan Benyamin Sueb dari Bundaran Angkasa (Jakarta Pusat) sampai di Ancol (Jakarta Utara).


Terkini Lainnya

Indonesia Diminta Pertimbangkan Hapus Hukuman Mati seperti Malaysia

Indonesia Diminta Pertimbangkan Hapus Hukuman Mati seperti Malaysia

Nasional
Saat Pemenang Lotre Rp 22 Triliun Tak Juga Muncul Mengambil Uangnya

Saat Pemenang Lotre Rp 22 Triliun Tak Juga Muncul Mengambil Uangnya

Internasional
Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Regional
Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Regional
BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

Nasional
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Regional
Curhat PKL soal 'Skybridge', Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Curhat PKL soal "Skybridge", Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Megapolitan
Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Regional
Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Nasional
Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Regional
Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Regional
Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Regional
SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

Edukasi
Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Nasional
Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Regional

Close Ads X