Rangka JPO Bundaran HI Dipindahkan ke Cikarang

Kompas.com - 02/08/2018, 15:17 WIB
Eks JPO Bundaran HI Diletakkan di Jalur Busway, Selasa (31/7/2018)KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Eks JPO Bundaran HI Diletakkan di Jalur Busway, Selasa (31/7/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Corporate Secretary PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan, rangka bekas Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, telah dipindahkan ke Cikarang, Jawa Barat.

"( JPO Bundaran HI dipindahkan) ke gudang kontraktor kami di Cikarang," ujar Tubagus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Proses pembongkaran JPO tersebut rampung pada Rabu (1/8/2018) pagi, lebih cepat dari tenggat waktu yang ditentukan.

Baca juga: JPO Bundaran HI Selesai Dibongkar

Tubagus mengatakan, target penyelesaian memang dipercepat dari rencana awal yang seharusnya selesai Kamis ini.

"Target (penyelesaian) memang dipercepat," katanya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis siang, suasana di sekitar Bundaran HI telah bersih dari sisa-sisa rangka JPO.

Baca juga: Rangka JPO Bundaran HI yang Dibongkar Diletakkan di Jalan Thamrin

Bekas rangka JPO di sisi kiri dan kanan telah ditutup semen.

Sementara itu, bagian tengah telah dibangun sebuah taman kecil yang ditumbuhi deretan pohon Tabebuya setinggi tiga meter.

Deretan pohon tersebut ditanam dengan jarak sekitar empat meter antara satu pohon dengan pohon lainnya.

Baca juga: JPO Bundaran HI Dibongkar, Monumen Selamat Datang Kini Terlihat Lebih Jelas

Kondisi ini membuat Patung Selamat Datang yang berada di tengah air mancur Bundaran HI tampak jelas jika dilihat dari Jalan MH Thamrin.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X