Kompas.com - 03/08/2018, 10:12 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan arena Pacuan Kuda atau Equestrian di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Jakarta, Kamis (8/3). Arena pacuan kuda yang pengerjaannya dilakukan sejak 2016 itu saat ini pembangunannya sudah 90 persen dan masuk tahap finishing dan dipastikan siap digunakan untuk Asian Games 2018.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18 MUHAMMAD ADIMAJAPekerja menyelesaikan pembangunan arena Pacuan Kuda atau Equestrian di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas (JIEPP), Pulomas, Jakarta, Kamis (8/3). Arena pacuan kuda yang pengerjaannya dilakukan sejak 2016 itu saat ini pembangunannya sudah 90 persen dan masuk tahap finishing dan dipastikan siap digunakan untuk Asian Games 2018. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia kini memiliki Jakarta Internasional Equestrian Park (JIEP) berstandar internasional yang terletak di Pulomas, Jakarta Timur.

Salah satu venue Asian Games untuk cabang olahraga berkuda ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (2/8/2018).

Berikut 5 fakta tentang JIEP Pulomas yang dirangkum oleh Kompas.com.

1. Equestrian terbesar di Asia Tenggara

JIEP Pulomas diklaim sebagai Equestrian terbesar di Asia Tenggara. Presiden Direktur PT Pulomas Jaya Bambang Nursalim mengatakan gelar terbaik yang diberikan bagi pacuan kuda dengan luas 32,25 hektar ini karena memiliki area field of play dengan standar internasional.

Selain itu, jumlah dan kandang kuda sebanyak 156 kandang juga dibuat dengan standar internasional sesuai permintaan federasi equestrian internasional.

Baca juga: Diresmikan, Jakarta Kini Punya Equestrian Park Berstandar Internasional

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlah kandang dan luasnya standar intenasional ini diawasi dan approve federasi equestrian internasional, area cross country-nya juga paling luas dan panjang. Ada klinik kuda, semua peralatan sesuai permintaan federasi equestrian Internasional," ujar Bambang di JIEPP, Jakarta Timur, Kamis (2/8/2018).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan fasilitas lainnya yang adalah klinik kuda yang dilengkapi dengan peralatan x-ray dan tes darah untuk mendeteksi kuda yang memiliki penyakit.

"Dari semua fasilitas dari klinik kuda, arena pertandingan, arena cross country, termasuk sertifikasi yang keluar semua berstandar internasional," tuturnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Jakarta International Equestrian Park di Pulomas, Kamis (2/8/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Jakarta International Equestrian Park di Pulomas, Kamis (2/8/2018).

2. Menelan biaya Rp 417 miliar

Proyek Equestrian yang dikerjakan oleh PT Pulomas Jaya ini menelan biaya hingga Rp 417 miliar hingga selesai pengerjaan.

"(Dananya) Rp 417 miliar," ujar Anies saat peresmian.

Dana tersebut untuk mendukung fasilitas berstandar internasional. Kini, equestrian yang sebelumnya hanya pacuan kuda biasa menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Cerita Anies soal Keistimewaan Pasir di Lintasan Equestrian Park...

3. Steril layaknya di Eropa

JIEP Pulomas telah disterilkan dengan menggunakan disinfektan yang ditetapkan oleh Organization For Animal Health (OIE).

Hal tersebut dilakukan demi menjaga agar kuda-kuda yang akan dipakai untuk bertanding nanti tidak terjangkit penyakit.

Konsultan Teknis Pembangunan Equestrian JIEP Rafiq Radinal menuturkan, venue ini bisa dikatakan sebagai area terbersih setelah dilakukan sterilisasi tersebut.

"Jadi, tempat ini sudah melalui bio security yang ditetapkan dari OIE di mana semua kandang sudah dikasih disinfektan. Jadi, kita tidak ada lagi kutu, semua sudah bersih. Vector control juga kita lakukan, sehingga pada saat ini kita katakan ini area terbersih," ujar Rafiq.

Menteri Pertanian  Andi Amran Sulaiman dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau kesiapan Jakarta Internasional Equestrian Park yang menjadi salah satu venue Asian Games, Sabtu (14/7/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau kesiapan Jakarta Internasional Equestrian Park yang menjadi salah satu venue Asian Games, Sabtu (14/7/2018).

Bahkan, setiap kali kuda yang akan memasuki venue melewati pintu horse entrance di Jalan Kayu Putih akan disemprotkan disinfektan supaya tetap steril.

Rafiq menyebut, kondisi itu dibuat mirip dengan cara penanganan kuda di Eropa. Hal ini dikarenakan seluruh kuda yang berjumlah 120 ekor dan akan dipakai dalam pertandingan merupakan kuda yang berasal dari Eropa.

"Ini faktor terbesar bahwa DKI bisa diakui dunia, karena posisi Pulomas sama dengan di Eropa. Kuda-kuda dari Eropa bisa langsung masuk dan keluar. Ini menyatakan begitu bersihnya kita saat ini, sehingga untuk ke depan mudah-mudahan bisa mempertahankan. Ini tugas berat," ujar dia.

Baca juga: Dari Pasir hingga Kandang, Ini Keistimewaan Equestrian Pulomas

4. Air dan pasir kualitas tinggi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan salah satu sarana yang istimewa dari JIEP adalah pasir yang digunakan di arena pertandingan merupakan pasir yang berasal dari daerah

Bangka dicampur dengan bio tekstil dari Negara Jerman sehingga membuat tekstur pasir terasa lembab.

"Dan dan kalo kita jalan itu empuk. katanya kalo kuda itu loncat dan jatuh dia tidak terbenam dan kuda setelahnya bisa menggunakan tanpa terbenam. jadi pasirnya memungkinkan dipakai terus menerus sehingga tetap memiliki standar yang sama," kata Anies.

Baca juga: Anies Ceritakan Beratnya Syarat Equestrian Pulomas Jadi Venue Asian Games...

Selain pasir air yang digunakan untuk menyiram lapangan berkuda diambil langsung dari danau yang terletak persis di depan tribun utama.

Namun penyiraman ini melalui beberapa proses sebelum disiramkan ke lapangan. Diantaranya proses filtrasi pertama yaitu water treatment, selanjutnya akan dialirkan ke Ground Water Tank (GWT) dan melewati proses osmosis serta ultraviolet sebelum disiramkan ke lapangan.

Jakarta Internasional Equestrian Park di Pulomas diresmikan Gubernur DKI Jakarta anies Baswedan, Kamis (2/8/2018).KOMPAS.com/JESSI CARINA Jakarta Internasional Equestrian Park di Pulomas diresmikan Gubernur DKI Jakarta anies Baswedan, Kamis (2/8/2018).

5. Tribun utama yang mewah

Tribun utama mampu menampung 900 orang penonton termasuk para penyandang disabilitas. Bukan hanya tribun biasa, bangunan yang memiliki tiga lantai ini juga dilengkapi dengan ruang VIP sekelas kafe mewah, lantai yang dialasi karpet.

Bangunan tribun lantai pertama untuk ruangan tiket, ruangan ofisial, atlet, lobi, ruang serba guna, dan kantor. Lantai kedua terdapat ruang rapat, ruang konferensi pers, ruang wasit dan ruang penyiaran. Lantai ketiga terdiri dari ruang VIP lounge, area makan atlet dan ruang VIP biasa.

"Ini equestrian kelas dunia, bisa menampung 990 penonton, fasilitasnya luar biasa, dan di Asia hanya ada tiga yang seperti ini. Diharapkan dari fasilitas ini muncul posisi (dan prestasi) Indonesia di dunia internasional, betul-betul bisa dimanfaatkan," ujar Anies.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Jokowi Minta Harga PCR Jadi Rp 300.000, Ini Tanggapan Persatuan Rumah Sakit

Megapolitan
RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

RSUI Layani Vaksinasi Covid-19 untuk Pengungsi Mancanegara, Simak Ketentuannya

Megapolitan
Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Seorang Pria di Cakung Tewas Dibacok Sekawanan Begal

Megapolitan
Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kecelakaan Maut Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Megapolitan
Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Megapolitan
Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Megapolitan
Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Megapolitan
Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Megapolitan
Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Megapolitan
Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.