Mediasi Antara Pengemudi dan Aplikator Ojek "Online" Berakhir "Deadlock"

Kompas.com - 06/08/2018, 10:52 WIB
Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para  pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah massa ojek online berunjuk rasa saat demo di depan Gedung DPR/MPR RI untuk berunjuk rasa menyampaikan aspirasinya, Senin (23/4/2018). Dalam demo ini para pengemudi ojek online menuntut kenaikan tarif, Pengakuan legal, dan perlindungan hukum dan keadilan bagi ojek online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan dua aplikator ojek online, Gojek dan Grab pada Jumat (3/8/2018) lalu terkait rencana demo pengemudi ojek online saat pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus mendatang.

Kendati demikian, mediasi yang difasilitasi oleh Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Metro Jaya tersebut tidak nenemukan titik temu penyelesaian.

"Tim mediasi kami sudah bertemu dengan Gojek dan Grab pada Jumat dari jam 16.00-19.30 WIB, di ruang rapat utama Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya. Sayangnya, berakhir deadlock, enggak ada titik temu," ujar Igun, kepada Kompas.com, Senin (6/8/2018).


Baca juga: Menhub Minta Ojek Online Tak Demo Saat Asian Games

Igun mengatakan, mediasi antara pihaknya dengan Gojek serta Grab dilakukan secara terpisah.

Dari hasil mediasi tersebut, Igun mengatakan, manajemen Gojek akan berdiskusi terlebih dahulu terkait tuntutan Garda untuk mengembalikan standar tarif pengemudi menjadi Rp 3.000 per kilometer.

"Manajemen Gojek minta waktu untuk memutuskan untuk menaikkan tarif dasar per kilometer atau enggak," tambah Igun.

Sebaliknya, Igun mengatakan, manajemen Grab menolak tuntutan yang diajukan Garda.

"Manajemen Grab menolak tuntutan kami. Seakan-akan mereka mendorong kami untuk tetap demo pada pembukaan Asian Games 2018. Mereka tidak kooperatif," kata Igun.

Baca juga: Polri Imbau Tak Demo Selama Asian Games, Ini Kata Koordinator Aksi Ojek Online

Sebelumnya, pengemudi ojek online berencana demo saat pembukaan Asian Games 2018.

Demo tersebut rencananya akan mengusung tuntutan kenaikan tarif dasar per kilometer, dan meminta pemerintah untuk segera menerbitkan payung hukum bagi ojek online.

Polri telah meminta semua pengemudi ojek online tak mengedepankan kepentingan kelompok dan pribadi.

"Ini (Asian Games) adalah perhelatan akbar, menjaga nama baik bangsa dan negara," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Kabiropenmas) Divhumas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal, di Jakarta.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X