Penjualan Food Station Tjipinang Jaya Tembus Rp 1 Triliun

Kompas.com - 06/08/2018, 19:43 WIB
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDirektur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Food Station Tjipinang Jaya mencapai pendapatan tertinggi selama 45 tahun berdiri pada semester I 2018 ini. Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi menyebutkan, penjualan dari Januari-Juli 2018 tercatat sebesar Rp 1 triliun.

"Kenaikannya 200 persen dari sebelumnya. Dulu penjualan Rp 500 miliar," kata Arief, Senin (6/8/2018).

Menurut Arief, penjualan terbesar adalah beras. Food Station telah memiliki mesin pengolah beras atau RMU (Rice Milling Unit) di Pasar Induk Beras Cipinang dengan kapasitas produksi 5 ton per jam.

Food Station juga mempunyai Filler Machine Gula untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat DKI Jakarta. Komoditas komersial lainnya yakni minyak goreng, gula, tepung, bawang putih, telur ayam, dan ikan kembung frozen. Komoditas ini dijual melalui pasar moderen dan pasar tradisional serta penjualan online.

Baca juga: Direktur PT Food Station: Harga Beras Tinggi karena Harga Gabah Tinggi

Selain penjualan komersial, Arief mengatakan sebagai BUMD pangan, pihaknya juga memiliki tugas memenuhi ketersediaan bahan baku pangan di DKI Jakarta. Food Station saat ini sudah bekerjasama dengan beberapa Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan Koperasi di sentra produksi.

Program-program ketahanan pangan DKI Jakarta selama dua tahun terakhir berupa pasar murah di 70 Kelurahan dan program pangan murah bersubsidi dengan KJP Plus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Video Pengemudi Bus dan Mobil Pribadi Adu Mulut di Jalan Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X