Mendadak Jadi Venue Asian Games, Persiapan GOR Bulungan Dikebut Satu Minggu

Kompas.com - 07/08/2018, 11:02 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bermain voli bersama di GOR Bulungan, Rabu (4/4/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bermain voli bersama di GOR Bulungan, Rabu (4/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat persiapan GOR Bulungan sebelum Asian Games dimulai. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ikut memantau persiapannya tadi pagi dengan cara berlari di sekitar GOR Bulungan.

"Seminggu ini akan kita kebut lagi, semoga saat pembukaan sudah selesai," ujar Sandiaga di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Selasa (7/8/2018).

GOR Bulungan semula hanya dijadikan tempat latihan voli untuk para atlet saja. Namun kini GOR Bulungan dinyatakan sebagai salah satu venue pertandingan juga.

Baca juga: Sandiaga Sebut Kawasan GOR Bulungan Perlu Beautifikasi

Sandiaga mengatakan, bagian dalam GOR Bulungan sebenarnya sudah siap digunakan sebagai venue. Namun, bagian luar GOR Bulungan perlu dirapikan lagi. Sandiaga mengatakan, salah satu yang harus diperhatikan adalah trotoar di sekitar GOR Bulungan.

Kemudian, pedagang UMKM yang ada di GOR Bulungan juga harus dirapikan. Beberapa waktu lalu, Sandiaga pernah juga berkunjung ke GOR Bulungan. Dia menyoroti food court di sana yang masih berantakan. Dia ingin area penjualan makan tersebut bisa rapi saat Asian Games nanti.

"Kan kemarin tidak ditata karena rencananya hanya buat latihan, sekarang kalau buat pertandingan berarti harus dibuat sekatnya, harus dibuat entry pemain dan ofisial," ujar Sandiaga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X