Sistem Satu Arah di Pondok Labu Akan Diberlakukan 24 Jam

Kompas.com - 07/08/2018, 19:10 WIB
Warga dan pedagang melakukan aksi unjuk rasa menolak pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/9). Massa menolak uji coba penerapan SSA di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara, dan Jalan Arif Rahman Hakim yang diberlakukan Pemerintah Kota Depok karena dinilai tidak efektif dalam mengurai kemacetan dan merugikan pelaku usaha kecil di wilayah terdampak SSA. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoWarga dan pedagang melakukan aksi unjuk rasa menolak pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/9). Massa menolak uji coba penerapan SSA di Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara, dan Jalan Arif Rahman Hakim yang diberlakukan Pemerintah Kota Depok karena dinilai tidak efektif dalam mengurai kemacetan dan merugikan pelaku usaha kecil di wilayah terdampak SSA. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem satu arah yang diterapkan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, akan berlaku selama 24 jam.

Kendaraan dari arah Fatmawati menuju Pondok Labu dan Cinere akan diarahkan ke Jalan Pinang Raya, berlanjut ke Pinang I, dan keluar di Jalan Margasatwa dari pukul 06.00 sampai 10.00.

Rencana kebijakan ini tengah diuji coba.

Baca juga: Penjelasan Polisi Terkait Sistem Satu Arah Arus Balik Lebaran

"Kalau kita lihat, jam 10.00 dilepas, kendaraan masih crowded, masih macet. Makanya ini kami coba lakukan rekayasa lalu lintas ini untuk dipermanenkan 24 jam," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin dalam keterangan tertulis, Selasa (7/8/2018).

Menurut Arifin, perpanjangan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi di kawasan Pondok Labu.

Selain adanya persimpangan dan lebar jalan yang tak sebanding dengan volume kendaraan, kemacetan juga disebabkan keramaian di Pasar Pondok Labu.

Baca juga: Polisi Berlakukan Sistem Satu Arah di Sukabumi

"Ini menjadi perhatian kami bahwa jalan sepanjang Pondok Labu, terutama di sekitar Pasar Pondok Labu, volume kendaraannya luar biasa memang. Oleh karena itu, kami coba hari ini lakukan untuk adanya perubahan rekayasa lalu lintas, khususnya bagaimana memberikan kelancaran dari arah Cinere yang masuk ke Pondok Labu, agar mereka tidak bertemu dengan kendaraan dari arah Fatmawati," ujarnya. 

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto mengatakan, pihaknya bersama Kelurahan Pondok Labu akan menyosialisasikan perpanjangan kebijakan ini ke masyarakat.

Uji coba rencananya akan digelar selama dua minggu ke depan.

Baca juga: Mulai Rabu Sore, Sistem Satu Arah Diberlakukan di Tol Cikampek-Cipali

"Kita lihat dalam satu-dua minggu di lapangan apa sih kekurangan dari yang kita terapkan itu, agar uji coba satu arah ini bisa optimal," ujar Christianto.

Christianto memastikan akan menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas di sana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Demokrat dan PKS Bentuk Koalisi Hadapi Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Pak Ogah di Cilincing Bisa Dapat Rp 80.000 Dalam Dua Jam

Megapolitan
Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Setelah 16 Jam, Truk Overload yang Terguling di Tol Jakarta-Cikampek Berhasil Dipindahkan

Megapolitan
Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Pembahasan Anggaran DKI 2020 Dikebut Sebulan

Megapolitan
Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Kantor Wali Kota Jakbar Baru Pasang Foto Jokowi dan Ma'aruf Amin pada Awal November

Megapolitan
PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

PPP Galang Partai Non-parlemen untuk Bersaing di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Kadishub Tangsel Diintervensi Saat Tindak Sopir Truk, Benyamin: Sudah Risiko

Megapolitan
PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

PKS: Syaikhu Siap Tinggalkan DPR Setelah Ditetapkan Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Pemasangan Foto Presiden dan Wakil Presiden di Kelurahan dan Kecamatan Jakarta Pusat Rampung Pekan Ini

Megapolitan
Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Warga Keluhkan Suhu Udara Jakarta hingga 37 Derajat Celcius

Megapolitan
Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Belum Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf, Pemkot Jakarta Timur Tunggu Instruksi Pusat

Megapolitan
Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Wakil Walkot Jakpus Akui Ada Kelurahan yang Belum Pasang Foto Presiden dan Wapres

Megapolitan
Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Setelah PDI-P dan PKB, Benyamin Davnie Juga Daftar Bakal Calon Walkot Tangsel ke PPP

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ninoy Karundeng Bukan Rekayasa

Megapolitan
Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Satpol PP Razia Indekost di Kalideres

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X