Masalah APBD-P DKI Mulai Muncul, Prasetio Bilang Semua Diputuskan di Banggar

Kompas.com - 08/08/2018, 21:42 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kamis (21/6/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARKetua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Kamis (21/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan penentuan masuk atau tidaknya sebuah anggaran dalam APBD DKI ditentukan dalam forum badan anggaran (Banggar). Anggaran honor untuk Tim Pertimbangan Monas dalam APBD-P 2018 senilai Rp 461 juta misalnya, itu akan diputuskan di badan anggaran.

"Itu kan masih bisa berdebat dengan kami. Kami di Dewan pasti pada saatnya akan mempertanyakan juga di Banggar," ujar Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (8/8/2018).

Sejumlah masalah yang akan muncul dalam APBD Perubahan 2018 mulai muncul. Meskipun sebenarnya proses pembahasan APBD-P 2018 juga belum dimulai.

Baca juga: Ada Pendampingan Kejaksaan, Sekda DKI Minta SKPD Tak Ragu Serap Anggaran

Saat ini, DPRD DKI Jakarta sering menggelar rapat tentang evaluasi penyerapan anggaran tiap SKPD. Dalam rapat itu, SKPD mengemukakan apa saja anggaran yang kemungkinan akan dimatikan atau ditambah dalam APBD-P.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman mengusulkan untuk mematikan anggaran pembangunan tiga rusun senilai Rp 712 miliar. Dinas Sumber Daya Air juga ingin mematikan anggaran pengadaan lahan sebesar Rp 450 miliar. Belum lagi adanya kemungkinan tambahan anggaran untuk honor Tim Pertimbangan Monas.

Semua itu baru bisa ditentukan secara resmi melalui forum Banggar nanti. Prasetio memastikan dia akan mempertanyakan alasan Pemprov DKI atas penghapusan dan penambahan anggaran itu.

"Jadi intinya tunggu saja saya di banggar," kata Prasetio.

"Kalau mereka mencoret, kami tanya alasannya apa. Kalau memang kepentingannya ada dan alasan tepat ya kami izinkan. Tetapi kalau enggak tepat ya kami pertahankan," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
Camat: Penggusuran di Sunter Agung Sesuai Aturan

Camat: Penggusuran di Sunter Agung Sesuai Aturan

Megapolitan
Korban Penggusuran di Sunter Masih Bertahan di Antara Puing

Korban Penggusuran di Sunter Masih Bertahan di Antara Puing

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter: Kami Semua Pendukung Anies, tapi Kenapa Digusur?

Korban Penggusuran Sunter: Kami Semua Pendukung Anies, tapi Kenapa Digusur?

Megapolitan
Penonton Terpukau Saksikan Pertunjukan Musik hingga Sirkus di JakIPA Monas

Penonton Terpukau Saksikan Pertunjukan Musik hingga Sirkus di JakIPA Monas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X