Melihat Kondisi Trotoar di Jalan Dewi Sartika yang Sering Dilintasi Pengendara Motor

Kompas.com - 09/08/2018, 10:58 WIB
Ubin dan guiding blind di trotoar hancur karena sering dilalui pemotor, di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Ubin dan guiding blind di trotoar hancur karena sering dilalui pemotor, di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Trotoar untuk pejalan kaki di Jalan Dewi Sartika, Cililitan, Jakarta Timur sering dilintasi para pengendara motor saat jalan macet.

Trotoar tersebut dipenuhi pengendara roda dua itu hampir setiap pagi dan sore hari saat jam masuk dan pulang kerja.

Pantauan Kompas.com Kamis (9/8/2018) pagi, pengendara motor dengan mudah naik ke trotoar tersebut.

Beberapa pejalan kaki terpaksa mengalah karena takut tersenggol sepeda motor yang lewat. 

Baca juga: Ini Sanksi bagi Pengendara yang Nekat Melintasi Trotoar Pejalan Kaki

"Ini saya jalannya di pinggir banget, takut kesenggol. Tiap pagi emang begini terus," ujar Dewi salah satu pejalan kaki yang sedang melintas di trotoar.

Trotoar dewi sartika sasaran empuk pemotorKOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Trotoar dewi sartika sasaran empuk pemotor

Salah satu tukang ojek yang biasa beraktivitas di sekitar trotoar tersebut mengaku penggunaan trotoar bagi para pemotor ini tak dapat dihindari setiap harinya.

"Ini mah penyakit tiap pagi mba, jadi kalau lewat situ harus berani marah, kalau enggak, enggak bakal dikasih jalan," ungkapnya.

Pantauan Kompas.com, trotoar tersebut sudah rusak. Beberapa lapisan trotoar hancur dan guiding blind juga rusak.

Baca juga: Pemukulan Pejalan Kaki oleh Ojek Online di Trotoar yang Berujung Pemecatan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Jelang New Normal, Fasilitas Halte dan Stasiun Harus Mendukung Protokol Kesehatan

Megapolitan
Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Jelang New Normal, Ada Opsi Meniadakan Lantai Dansa di Diskotek

Megapolitan
Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Demi Pikat Pengunjung, Lahan Parkir District 1 Meikarta Dijadikan seperti Teater Drive In

Megapolitan
Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Hasil Tes Swab Negatif, Belasan Warga Tambora Masih Isolasi Mandiri di Mushala

Megapolitan
PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

PSBB Jakarta Akan Diubah Jadi PSBL, Karantina Lokal di RW Zona Merah

Megapolitan
Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Pelanggar PSBB Dihukum Bersihkan Rumput dan Sampah di Jalan Basuki Rachmat

Megapolitan
150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

150 Pedagang Pasar Serdang Jalani Rapid Test Setelah 1 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Cegah Kepadatan di Transportasi Umum saat New Normal, MTI Minta Aktivitas Perkantoran Diatur

Megapolitan
Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Tempat Wisata dan Hiburan Outdoor Akan Dibuka Lebih Dulu Saat New Normal

Megapolitan
SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

SIM Mati Periode 17 Maret-29 Juni, Polisi: Tidak Akan Ditilang

Megapolitan
Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Depok Siap-siap PSBB Lokal, Identifikasi 31 RW Zona Merah

Megapolitan
Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Orangtua di Bekasi Cemas dengan Rencana Siswa Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

PSBB Tangsel Diperpanjang, Tempat Ibadah Dibuka Kembali dan Restoran Boleh Layani Makan di Tempat

Megapolitan
Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Coba Lewat Jalur Tikus, 13 Mobil Travel Ilegal Terjaring Polisi di Depok

Megapolitan
55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

55,5 Persen Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Telah Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X