PKL Jatibaru Tak Jadi Pindah walau Ada Proyek Skybridge

Kompas.com - 09/08/2018, 16:45 WIB
Jalan Jati Baru belum ditutup, Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018). Kompas.com/Cynthia LovaJalan Jati Baru belum ditutup, Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (4/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, sudah mulai dibangun. Namun para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jatibaru masih bertahan di sana.

Padahal, PD Sarana Jaya sudah menyediakan lahan untuk relokasi pedagang di belakang Jalan Jatibaru. Namun Asisten Manajer Unit Perencanaan PD Pembangunan Sarana Jaya Kartika Ayu Agustina mengatakan, para pedagang tetap akan berjualan di sisi jalan di luar area pengerjaan.

"Opsi pertama PKL tetap berjualan. Kedua seandainya tidak dimungkinkan, pedagang itu kita relokasi ke tanah-tanah Sarana Jaya," kata Kartika, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Mulai 10 Agustus, Jalan Jatibaru Ditutup untuk Pembangunan Skybridge

Menurut Kartika, Sarana Jaya telah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Kecil, dan Perdagangan (KUKMP) DKI Jakarta untuk menangani para pedagang. Kepala Dinas KUKMP Irwandi mengatakan kemungkinan besar para pedagang memang tak pindah.

"Di situ aja mereka, kan enggak ditutup semua, jadi nanti dipepet-pepetin," ujar Irwandi.

Jika skybridge selesai dibangun, ditargetkan selesai pada 15 Oktober 2018, kurang lebih 400 pedagang yang berjualan di Jatibaru itu akan berjualan di kios-kios skybridge.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengerjaan skybridge akan memakan waktu 2,5 bulan. Pembangunan skybridge Tanah Abang membutuhkan biaya Rp 35 miliar, yang diambil dari anggara PD Sarana Jaya. Tender pengerjaannya dimenangi PT Amarta Karya.

Baca juga: Skybridge Tanah Abang Dirancang Bisa Tahan 50 Tahun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.