Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi, Tetangga Kaget karena...

Kompas.com - 09/08/2018, 19:44 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menghadiri pembukaan Kongres Ekonomi Umat 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/4/2018). Kongres dengan tema Arus Baru Ekonomi Indonesia  tersebut akan berlangsung hingga Senin (24/4/2018).

Kompas/Raditya Helabumi (RAD)
22-04-2017 KOMPAS/RADITYA HELABUMIPresiden Joko Widodo didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin menghadiri pembukaan Kongres Ekonomi Umat 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (22/4/2018). Kongres dengan tema Arus Baru Ekonomi Indonesia tersebut akan berlangsung hingga Senin (24/4/2018). Kompas/Raditya Helabumi (RAD) 22-04-2017
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jalan Lorong 27, Koja, Jakarta Utara, mengaku kaget Ma'ruf Amin dipinang menjadi calon wakil presiden pasangan Joko Widodo.

Ketua RT tempat tinggal Ma'ruf, Malawi Mahraj, mengatakan bahwa ia sempat berbincang dengan Ma'ruf terkait bursa calon wakil presiden pada pagi tadi.

"Pagi saya ngobrol nanya, 'Abah kira-kira siapa nih ( Cawapres?)'. Katanya, 'Sudah entar saja, nanti juga tahu'," kata Malawi kepada wartawan, Kamis (9/8/2018).

Malawi mengaku kaget saat Jokowi mengumumkan nama Ma'ruf sebagai pendampingnya.

"Saya enggak menyangka karena kan faktor usia juga kan? Saya kasihan di situ saja," kata Malawi.

Baca juga: Begini Suasana Rumah Maruf Amin Setelah Ditunjuk Jadi Cawapres Jokowi

Sementara itu, Mualim, tetangga Ma'ruf, menyebut Ma'ruf tidak pernah menyinggung masalah politik ketika berbincang dengan tetangga.

"Dia kan seorang kiai ternama. Jadi dia itu pengennya urus umat saja. Tapi kalau ada banyak yang dukung sih ya mungkin mau," kata Mualim.

Sore tadi, Ma'ruf dideklarasikan sebagai calon wakil presiden pasangan Joko Widodo. Pasangan tersebut didukung sembilan partai politik yaitu PDI-P, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X