Kompas.com - 10/08/2018, 15:46 WIB
Wakil ketua DPRD Mohamad Taufik menyerahkan surat pengunduran diri Sandiaga Uno ke Sekwan DKI Jakarta, Jumat (10/8/2018) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Wakil ketua DPRD Mohamad Taufik menyerahkan surat pengunduran diri Sandiaga Uno ke Sekwan DKI Jakarta, Jumat (10/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, hingga kini belum ada nama yang dicalonkan untuk menduduki posisi wakil gubernur menggantikan Sandiaga Uno yang telah mengundurkan diri. 

Sandiaga mengundurkan diri untuk menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. 

Gerindra masih fokus mengurusi pencalonan Sandiaga. 

Baca juga: Sandiaga Uno Maju Cawapres, Persija Bicara soal Stadion Baru

"Belum, kan nanti proses ini dulu. Kami beresin Pak Sandi dulu, habis itu kami enggak buru-buru. Kami enggak pakai hawa nafsu, itulah bedanya Gerindra," kata Taufik, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS akan mengajukan nama untuk menjadi calon wakil gubernur pengganti Sandiaga.

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu, Gubernur Anies akan bekerja tanpa didampingi wakil gubernur. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sandiaga: Kami Ingin Berjuang untuk Partai Emak-Emak

"Coba tanya Pak Gubernur, Pak Gubernur enggak apa-apa enggak ditemenin wagub. Sebulan enggak apa-apa, dua bulan enggak apa-apa, kan begitu enggak akan ada hambatan," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu. 

Dari nama yang diajukan Gerindra dan PKS, tersebut, akan muncul dua nama yang kemudian divoting anggota DPRD DKI untuk menjadi pendamping Anies.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Jasad Pria Ditemukan di Dalam Kontrakan di Makasar Jaktim

Megapolitan
Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Ditangkap, Penebar Ranjau Paku di Jalan MT Haryono adalah Penambal Ban

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Minta Maaf ke Keluarga dan Komandan Korban

Megapolitan
Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Catat, 8 Titik Crowd Free Night di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi

Megapolitan
Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Pria Diduga Anggota Ormas Palak, Aniaya, dan Ancam Pedagang di Puri Beta Tangerang

Megapolitan
Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Pengakuan Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok: Solidaritas Sesama Saudara

Megapolitan
Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Anggota TNI Ditemukan Tewas di Depok, Polisi: Korban Ditusuk karena Lerai Perkelahian

Megapolitan
Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Kelabui Petugas, Penyelundup Masukkan 144.100 Benih Lobster ke Koper Tamasya

Megapolitan
4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

4 Tersangka Penyelundup 144.100 Benih Lobster ke Singapura Ditangkap

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Pemprov DKI Minta Kemendikbud Hati-Hati Gunakan Istilah Klaster Covid-19 akibat PTM

Megapolitan
Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Pemprov DKI Sanggah Temuan Kemendikbud Ristek soal 25 Klaster Covid-19 di Sekolah, Ini Fakta Versi DKI

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Juga Tusuk Seorang Warga

Megapolitan
Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Tersangka Pembunuh Anggota TNI di Depok Ditangkap

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Ganjil Genap Tempat Wisata di Jakarta Masih Berlaku hingga 3 Oktober

Megapolitan
Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Apa Artinya Crowd Free Night yang Berlaku di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.