Hukuman untuk Pelanggan dan Pelaku Prostitusi Dinilai Terlalu Ringan - Kompas.com

Hukuman untuk Pelanggan dan Pelaku Prostitusi Dinilai Terlalu Ringan

Kompas.com - 10/08/2018, 21:07 WIB
Ilustrasi prostitusi online.THINKSTOCK Ilustrasi prostitusi online.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia Edi Hasibuan menilai sanksi hukum untuk para pelanggan dan pekerja seks komersial (PSK) terlalu ringan.  

"Sesuai undang-undang sanksinya (pelanggan dan PSK) memang ringan. Tapi, bagi yang menyediakan lokasi prostitusi dan mucikari bisa dijerat dengan hukuman berat," ujar Edi saat dihubungi, Jumat (10/8/2018).

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar sebelumnyamengatakan, pelanggan prostitusi dapat dijerat Pasal 284 KUHP tentang Perselingkuhan.

Baca juga: Mengapa Praktik Prostitusi Tumbuh Subur di Apartemen Kalibata City?

Namun, pasal itu merupakan delik aduan dan hanya dapat menjerat secara hukum pelanggan prostitusi yang sudah menikah. 

Polisi disebut baru dapat menindak pelaku apabila suami atau istri yang bersangkutan melaporkan perselingkuhan tersebut.

Menanggapi hal ini, Edi menilai perlu dilakukan revisi terhadap pasal terkait prostitusi.

Baca juga: Wali Kota Semarang Tak Ingin Asal Tutup Lokalisasi Prostitusi

"Untuk itu di sini perlu menjadi masukan ke pemerintah untuk revisi KUHP agar ada aturan hukum berat bagi pelaku prostitusi itu (pelanggan dan PSK)," kata Edi.

"Kami akan memberikan masukan kepada Presiden, dalam hal ini pemerintah dan DPR terkait hal ini," tambah dia.  

Edi melanjutkan, sejauh ini aturan lain yang dapat secara langsung menjerat seseorang yang kedapatan menjadi pelanggan prostitusi terdapat pada Pasal 42 Ayat (2) Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. 

Baca juga: Lagi-lagi, Prostitusi di Apartemen Kalibata City...

Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa yang melanggar ketentuan ini dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp 500.000 dan paling banyak Rp 30.000.000.

Edi menilai, aturan sanksi dalam Perda DKI ini tak cukup berat untuk menjerat para pelanggan dan pelaku prostitusi.


Terkini Lainnya

Pemkot Jakbar Bangun Ruang Publik di Kawasan CNI Kembangan Jakbar

Pemkot Jakbar Bangun Ruang Publik di Kawasan CNI Kembangan Jakbar

Megapolitan
500 Lebih Bangunan di Jakarta Barat Disebut Menyalahi IMB

500 Lebih Bangunan di Jakarta Barat Disebut Menyalahi IMB

Megapolitan
Sekjen PKS: Kebijakan Pemerintah Saat Ini Memberatkan Rakyat

Sekjen PKS: Kebijakan Pemerintah Saat Ini Memberatkan Rakyat

Nasional
5 Mobil dan 1 Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di 'Flyover' Pekanbaru

5 Mobil dan 1 Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun di "Flyover" Pekanbaru

Regional
Bikin Kuis Berhadiah Tanah di Siberia, Menteri Rusia Dihujani Kritik

Bikin Kuis Berhadiah Tanah di Siberia, Menteri Rusia Dihujani Kritik

Internasional
Sohibul Iman Absen Pemeriksaan Polisi soal Laporan Fahri Hamzah

Sohibul Iman Absen Pemeriksaan Polisi soal Laporan Fahri Hamzah

Megapolitan
BNN Tangkap Oknum TNI yang Diduga Jadi Kurir 63.573 Butir Ekstasi

BNN Tangkap Oknum TNI yang Diduga Jadi Kurir 63.573 Butir Ekstasi

Nasional
Tangkal Penyelundupan Narkoba, BNN Jalin Kerja Sama Lintas Negara

Tangkal Penyelundupan Narkoba, BNN Jalin Kerja Sama Lintas Negara

Nasional
Sebelum Ditangkap, Bupati Bekasi Sempat Peringatkan Bawahan untuk Hati-hati terhadap Korupsi

Sebelum Ditangkap, Bupati Bekasi Sempat Peringatkan Bawahan untuk Hati-hati terhadap Korupsi

Megapolitan
Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Ini Tiga Persenjataan Militer yang Mungkin Dibeli Taiwan dari AS

Internasional
Hampir 12 Jam Setelah Ditangkap, Bupati Bekasi dan Bos Lippo Masih Diperiksa KPK

Hampir 12 Jam Setelah Ditangkap, Bupati Bekasi dan Bos Lippo Masih Diperiksa KPK

Nasional
Mekanik Perbaiki Mobil Sambil Merokok, Avanza Terbakar

Mekanik Perbaiki Mobil Sambil Merokok, Avanza Terbakar

Regional
Seorang WNA Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Ruang Tamu Rumahnya

Seorang WNA Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Ruang Tamu Rumahnya

Megapolitan
Mengintip Hobi Unik Nira Prakasita, Sarjana Fisika Kolektor Aneka Singa

Mengintip Hobi Unik Nira Prakasita, Sarjana Fisika Kolektor Aneka Singa

Regional
3 Minggu Razia, Polisi Garut Tilang 2.328 Pelanggar Lalu Lintas

3 Minggu Razia, Polisi Garut Tilang 2.328 Pelanggar Lalu Lintas

Regional
Close Ads X