Susi: Menteri KKP-nya Anak Laut, Hidupnya di Laut, Jadi Enggak Bisa Dibohongi Lagi! - Kompas.com

Susi: Menteri KKP-nya Anak Laut, Hidupnya di Laut, Jadi Enggak Bisa Dibohongi Lagi!

Kompas.com - 11/08/2018, 13:45 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan tentang kebakaran puluhan kapal di Benoa, di Kantor KKP Jakarta, Selasa (17/7/2018). Berdasarkan hasil investigasi Kementerian KKP, jumlah kapal yang berada di pelabuhan Benoa melebihi kapasitas yakni mencapai 700 kapal yang beraktivitas docking hingga transhipment, sementara 173 kapal eks asing yang tidak berpemilik yang beroperasi di kawasan itu akan didata. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan tentang kebakaran puluhan kapal di Benoa, di Kantor KKP Jakarta, Selasa (17/7/2018). Berdasarkan hasil investigasi Kementerian KKP, jumlah kapal yang berada di pelabuhan Benoa melebihi kapasitas yakni mencapai 700 kapal yang beraktivitas docking hingga transhipment, sementara 173 kapal eks asing yang tidak berpemilik yang beroperasi di kawasan itu akan didata.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membahas legal reported regulated fishing saat membuka Festival Muara Baru, Jakarta Utara, Sabtu (11/8/2018).

Kata dia, banyak pemilik kapal yang membuat laporan hasil tangkapan dengan data palsu.

"Kali ini menterinya tahu, kalau dulu menterinya enggak ngerti. Kapal segede ini, dapat ikan berapa ton? Satu tahun 10 ton? Loh solar kamu saja sudah 50 ton, bagaimana bisa untung? Yang benar saja," ujar Susi di Jalan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, Sabtu.

Baca juga: Menteri Susi Ingin Muara Baru Jadi Seperti Tsukiji Fish Market Jepang

"Sudah saatnya negara tidak boleh lagi dikadalin!" tambah dia.

Susi mengatakan, pemerintah sudah bekerja menghilangkan semua pencuri ikan.

Kini, kata Susi, ikan-ikan di laut semakin banyak karena pencuri ikan sudah diberantas. Upaya pemerintah ini harus didukung pengusaha perikanan termasuk pemilik kapal.

Baca juga: Kapten Kapal Buronan Interpol Diputus Bersalah, Menteri Susi Tegaskan Tak Ada Kompromi

Penangkapan ikan harus legal dan tercatat dengan tepat.

Susi kemudian mengaku sengaja tidak memperpanjang izin-izin kapal sejak Juni.

Dia meminta pemilik kapal untuk memperbaiki laporannya terlebih dahulu. Jika tidak, izinnya tidak akan dikeluarkan.

Baca juga: Menteri Susi: Tidak Boleh Lagi Laut Dikuasai 12 Perusahaan

"Jangan ngomong kapal 200 GT ikannya cuma 50 ton setahun. Percaya 50 ton setahun kapan 200 GT? Tidak. 50 ton itu satu kali tangkap," ujar Susi.

"Lalu dikira menterinya enggak tahu? Menteri KKP-nya orang laut, anak laut, suka ke laut, hidupnya di laut, jadi tahu. Enggak bisa dibohongi lagi," tambah dia.


Terkini Lainnya

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Kemenkumham Umumkan Hasil Akhir CPNS, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Nasional
8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

8 Keluarga di Lokasi Longsor Toba Samosir Diungsikan

Regional
5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

5 Fakta di Balik Kematian Eril Dardak, Dugaan Salah Eksperimen hingga Duka Penjaga Rumah

Regional
5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali 'Pertunjukan' hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Regional
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang 4 Meter di Perairan Talaud

Regional
Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Aparat Diminta Cepat Tuntaskan Kasus Perusakan Polsek Ciracas, Demi Menjaga Sinergitas TNI-Polri

Nasional
7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

7 Fakta Ratusan Warga Tertipu Penjualan Rumah Rp 130 Juta di Tangsel

Megapolitan
Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Truk Terguling ke Jurang, Sopir Selamat setelah Melompat ke Luar

Regional
Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Kunjungi Aceh, Ini Agenda Jokowi Hari Ini...

Nasional
Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Istri Merencanakan Pembunuhan Suami karena Korban Sering Selingkuh

Regional
Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Pemeriksaan Lanjutan Dahnil Anzar sebagai Saksi Kasus Dana Kemah Ditunda

Megapolitan
Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Antisipasi Intimidasi, Pemilih Penyandang Disabilitas Didampingi saat Mencoblos

Regional
KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

KRL Jakarta Kota-Bekasi Alami Gangguan karena Operasional Kereta Barang

Megapolitan
Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Senat AS Setuju Hentikan Bantuan Militer ke Saudi untuk Konflik Yaman

Internasional
Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Banjir di Kota Bandung, Sopir Taksi Online Terjebak di Mobil dan Diselamatkan Warga

Regional

Close Ads X