Sandiaga: Mahar Rp 1 Triliun Sangat Tidak Benar

Kompas.com - 12/08/2018, 18:27 WIB
Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menghadari pembukaan Festival Jakarta Great Sale, Minggu (12/8/2018) soreKOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menghadari pembukaan Festival Jakarta Great Sale, Minggu (12/8/2018) sore

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil presiden Sandiaga Uno membantah adanya mahar Rp 1 triliun yang diberikannya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Sangat tidak benar," ujar Sandiaga di Mal One Belpark, Jakarta Selatan, Minggu (12/8/2018).

Sandiaga mengatakan, pemberitaan yang menyebut dirinya mengeluarkan uang itu salah. Ia meminta awak media memuat berita sesuai wawancara dan tidak mengadu domba.

Baca juga: Demokrat Dukung Prabowo-Sandi, Andi Arief Melunak soal Tudingan Rp 500 M

"Ya kalau (wartawan) mau belok-belok kiri-kanan boleh, tapi jangan lari dari transkrip. Saya enggak pernah ngomong gitu. Tapi, saya bilang sudahlah ini kan pilpres yang mempersatukan. Let's be friends, let's unite," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief menyebut adanya politik transaksional yang melibatkan Sandiaga, Gerindra, PAN, dan PKS.

Baca juga: PAN Ancam Pidanakan Andi Arief soal Tudingan Terima Mahar Politik

 

Ia menyebut dalam akun Twitter-nya, Sandiaga memberikan Rp 500 miliar masing-masing untuk PKS dan PAN agar mau mencalonkan dirinya sebagai cawapres bagi Prabowo.

Baik PAN, PKS, maupun Partai Gerindra membantah tuduhan ini.


Terkini Lainnya

15 Camat Dikawal Super Hero 'Avengers' Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

15 Camat Dikawal Super Hero "Avengers" Saat Diperiksa Bawaslu Sulsel

Regional
Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Regional
Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Hamili Mahasiswi, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polda Sumsel

Regional
Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Hati-hati, Komplotan Begal Ini Incar Korban yang Taruh Ponsel di Speedometer

Megapolitan
Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Rusia Tuduh AS Kirim Bantuan ke Venezuela sebagai Taktik Militer

Internasional
Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Polisi Tak Tahan Joko Driyono karena Dinilai Kooperatif

Nasional
Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Kereta yang Alami Gangguan Dievakuasi, KRL Jakarta-Bogor Mulai Dijalankan

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Biografi Tokoh Dunia: George Washington, Pendiri dan Presiden Pertama AS

Internasional
Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Integrasi LRT Palembang dan BRT Hanya Satu Kali Bayar, Ini Tarifnya

Regional
'Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa'

"Mereka Harus Dihukum Mati, Nyawa Dibayar Nyawa"

Regional
KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

KRL yang Alami Gangguan di Stasiun Lenteng Agung Sempat Keluarkan Asap

Megapolitan
Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Tenggak Miras Palsu, 25 Pekerja Perkebunan Teh di India Tewas

Internasional
Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Bau Sampah dari TPA Cipeucang Sering Tercium hingga Stasiun Serpong

Megapolitan
DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

DKI Disarankan Ajukan Gugatan untuk Kembalikan Kerugian Lahan Cengkareng Barat

Megapolitan
Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan 'Vlog Idiot' Ahmad Dhani

Jaksa Ajukan 10 Saksi Pada Sidang Lanjutan "Vlog Idiot" Ahmad Dhani

Regional

Close Ads X