Uji Coba LRT Jakarta Hanya untuk Kalangan Terbatas - Kompas.com

Uji Coba LRT Jakarta Hanya untuk Kalangan Terbatas

Kompas.com - 15/08/2018, 11:18 WIB
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peresmian Jakarta International Velodrome di Rawamangun, Rabu (15/4/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Direktur Utama PT Jakarta Propertindo memberikan keterangan kepada wartawan seusai menghadiri peresmian Jakarta International Velodrome di Rawamangun, Rabu (15/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba operasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta yang dimulai Rabu (15/8/2018) ini hanya dapat diikuti kalangan terbatas.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto mengatakan, penumpang pada masa uji coba akan ditentukan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta.

"Dalam waktu sebulan selama Asian Games ini, kita coba namanya uji coba terbatas dan itu nanti penumpangnya pun terbatas karena ini kita concern terhadap safety juga," kata Dwi, usai menghadiri peresmian Jakarta International Velodrome, Rabu.

Baca juga: Tak Ingin Mogok, Jakpro Enggan Terburu-buru Operasikan LRT Jakarta

Dwi menuturkan, kalangan tersebut dapat berasal dari anak-anak sekolah, camat, lurah, dan aparatur sipil negara dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Adapun uji coba hari ini dikhususkan untuk karyawan internal Jakpro dan pegawai Dinas Perhubungan.

"Hari ini rencananya dari rekan-rekan internal Jakpro dan juga Dinas Perhubungan, kurang lebih seratus orang," kata Corporate Secretary Jakpro, Hani Sumarno.

Meskipun bertajuk uji coba operasi, Dwi memastikan LRT Jakarta sudah bisa beroperasi di dua stasiun yaitu Stasiun Velodrome dan Stasiun Mal Kelapa Gading.

Baca juga: LRT Palembang Mogok, Jakpro Pastikan LRT Jakarta Aman

LRT Jakarta membentang sepanjang 5,8 kilometer dari kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utata hingga Rawamangun, Jakarta Timur.

Awalnya, proyek ini ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018 digelar.


Terkini Lainnya

Indonesia Diminta Pertimbangkan Hapus Hukuman Mati seperti Malaysia

Indonesia Diminta Pertimbangkan Hapus Hukuman Mati seperti Malaysia

Nasional
Saat Pemenang Lotre Rp 22 Triliun Tak Juga Muncul Mengambil Uangnya

Saat Pemenang Lotre Rp 22 Triliun Tak Juga Muncul Mengambil Uangnya

Internasional
Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Pidato di Depan Ribuan Wisudawan Unpas, Sandiaga Berharap Lulusan Baru Ciptakan Lapangan Kerja

Regional
Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Sepasang Suami Istri di Kediri Berbagi Peran Mencuri

Regional
BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu dan 30.000 Ekstasi dari Malaysia

Nasional
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual saat KKN UGM: Viral Lewat Balairungpress, Tuntutan DO Pelaku, hingga Upaya Penyelesaian

Regional
Curhat PKL soal 'Skybridge', Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Curhat PKL soal "Skybridge", Senang Ada Lapak dan Takut Dagangan Sepi

Megapolitan
Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Polisi Gerebek Pesta Mabuk Lem Anak-anak di Surabaya

Regional
Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Bawaslu: KPU Belum Terjun ke Sulteng untuk Perbaikan Daftar Pemilih

Nasional
Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Pemprov Jabar Tetapkan Status Siaga Bencana Banjir dan Longsor

Regional
Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Korban Tewas akibat Pagar Tembok SD Tiba-tiba Roboh Jadi 2 Orang

Regional
Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Kasus Suap Meikarta, 64 Orang Diperiksa sebagai Saksi

Regional
SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

SEA Umumkan Penerima Beasiswa untuk Kembangkan Ekonomi Digital

Edukasi
Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Wapres Kalla Minta Pembahasan RTRW Rehabilitasi Sulteng Pasca-bencana Dipercepat

Nasional
Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Lewat eSIKLA, Pasien Tak Perlu Antre Lama untuk Berobat

Regional

Close Ads X