Kompas.com - 15/08/2018, 13:53 WIB
Kereta LRT Jakarta sudah tersedia di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKereta LRT Jakarta sudah tersedia di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Uji coba Light Rail Transit (LRT) Jakarta yang dimulai Rabu (15/8/2018) ini dilakukan untuk mendapatkan Izin Usaha Prasarana Perkeretaapian dari Kementerian Perhubungan. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Darwoto mengatakan, izin tersebut akan keluar setelah kereta dapat bekerja selama hingga 2.000 jam.

"Izin usaha prasarana perkeretaapian ini akan dikeluarkan oleh Kemenhub setelah uji statis dinamisnya melewati 1.000-2.000 jam," kata Dwi di Jakarta International Velodrome, Rabu (15/8/2018).

Dwi menargetkan, angka tersebut bisa dicapai dalam waktu dua hingga tiga bulan. Namun, ia ingin agar angka tersebut dicapai dalam waktu yang lebih singkat.

Baca juga: Dirut Jakpro Bilang LRT Jakarta Bukan untuk Asian Games

"Belum tercapai tapi ini sudah dihitung jamnya tapi paling tidak kurang lebih 2-3 bulanlah. Kalau misalnya sehari 10 jam aja 200 hari, 200 hari itu hampir setahun, harus kami percepatlah," kata dia.

Corporate Secretary Jakpro Hani Sumanro menambahkan, pihaknya merencanakan ada 12 perjalanan kereta LRT setiap hari untuk mencapai targer tersebut.

Ia mengatakan, angka 2.000 jam tersebut diperoleh supaya kereta LRT dinyatakan layak 100 persen beroperasi.

Saat ini kesiapan operasional kereta LRT baru mencapai angka 91 persen. Namun, ia memastikan kereta LRT sudah layak digunakan.

"Sebuah fasilitas dinyatakan ready untuk sampai tahap uji coba operasi ini, untuk operasional cukup sampai 91 persen dan ini sudah sesuai jadwal," kata dia.

Hari ini LRT Jakarta memulai uji coba operasi terbatas yang hanya bisa diikuti kalangan tertentu dan hanya memfungsikan dua stasiun yaitu Stasiun Velodrome dan Stasiun Kelapa Gading.

Baca juga: Uji Coba LRT Jakarta Hanya untuk Kalangan Terbatas

LRT Jakarta membentang sepanjang 5,8 kilometer dari kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utata hingga Rawamangun, Jakarta Timur. Awalnya, proyek ini ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018 digelar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Megapolitan
Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

PTM di 18 Sekolah di Jakpus Dihentikan karena Temuan Kasus Covid-19, Total 37 Siswa Terpapar

Megapolitan
Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Polisi Dalami Tujuan Kakek 89 Tahun Kendarai Mobil Sebelum Tewas Dikeroyok

Megapolitan
Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Usut Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Wali Kota Akan Panggil Sudin Bina Marga

Megapolitan
Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.