Ini Ketentuan soal Larangan Metromini dan Kopaja Melintas di Sudirman-Thamrin

Kompas.com - 15/08/2018, 15:57 WIB
Kopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang melintang di median jalan Brigjend Katamso, Jakarta Barat, Sabtu (21/6/2014). Akibatnya arah Tanah Abang-Kemanggisan macet total dan sebaliknya. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaKopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang melintang di median jalan Brigjend Katamso, Jakarta Barat, Sabtu (21/6/2014). Akibatnya arah Tanah Abang-Kemanggisan macet total dan sebaliknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut, metromini dan kopaja dilarang melintasi Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin selama Asian Games pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Organisasi Angkutan Daerah (Organda) DKI dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta disebut sudah sepakat mengenai hal itu.

Kesepakatannya adalah metromini dan kopaja boleh melintas pagi hari sampai pukul 09.00 WIB. Kemudian kembali boleh melintas sore harinya mulai pukul 16.00 WIB sampai 19.00 WIB.

Baca juga: Mulai Rabu Esok, Metromini dan Kopaja Dilarang Melintasi Sudirman-Thamrin

Di luar jam yang dilarang pun, metromini dan kopaja juga tidak boleh ngetem sampai membentuk atrean panjang.

"Iya (dilarang melintas), di luar jam itu pun harus tertib, taati ketentuan yang ada dan tidak boleh ngetem," ujar Andri, ketika dihubungi, Rabu (15/8/2018).

Kopaja dan metromini hanya boleh menunggu penumpang di halte yang disediakan, khususnya di Halte Dukuh Atas.

Andri mengatakan, jumlah bus yang boleh menunggu di sana juga dibatasi yaitu hanya 9 bus saja.

Ada tiga trayek metromini dan kopaja yang melintas di Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin yaitu kopaja P19 (Tanah Abang-Ragunan), metromini S640 (Pasar Minggu-Tanah Abang), dan metromini S15 (Senen-Setiabudi).

Baca juga: Metromini dan Kopaja Masih Melintas di Sudirman-Thamrin

Andri juga menegaskan, bus yang beroperasi harus sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Artinya, harus memenuhi syarat usia kendaraan, perizinan, dan KIR.

"Jadi, pokoknya kita siapkan untuk jam sibuk membolehkan, tapi mobilnya harus bagus-bagus dan tidak boleh ngetem sampai kayak uler begitu," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Wanita Penyebar Video Ancam Bunuh Jokowi Mengaku Tak Ditengok Teman-temannya

Megapolitan
PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

PAN Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Rencana Pembangunan Kampung Akuarium

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Pemotor hingga Tewas Serahkan Diri ke Polisi

Megapolitan
Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Kode dari Airin untuk Benyamin Terkait Pilkada Tangsel

Megapolitan
Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Anies Minta Pembahasan APBD 2020 Dikebut

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Rumah Kontrakan di Bekasi Dirampok, Penghuni Disekap dan Uang Rp 50 Juta Raib

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Ketua DPRD DKI: Gerindra dan PKS Harus Duduk Bareng Bahas Wagub

Megapolitan
Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak Akibat Awan Panas Letusan

Megapolitan
Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Setelah Divonis Bebas, Ina Ingin Kembali Bersama Tiga Anaknya

Megapolitan
Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Terkait Jumat Bergamis Hitam, Pemkot Tangsel Periksa Camat Ciputat

Megapolitan
RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

RAPBD DKI Dinilai Tak Transparan, Anies: Itu Penggiringan Opini Tak Sehat

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk di Graha Bintaro, Sopir Kabur

Megapolitan
Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Prasetio Edi Janji Akan Langsung Bahas Alat Kelengkapan DPRD

Megapolitan
Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Cegah Pungli, Kamera Tubuh Petugas PJR Dilengkapi Fitur GPS dan Live Streaming

Megapolitan
Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Polisi: Pengendara Motor yang Tewas Terlindas Truk di Bintaro Tanpa Identitas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X