Baru Dibuka, Pembagian Daging Kurban di Masjid Agung Al-Azhar Sepi

Kompas.com - 21/08/2018, 15:59 WIB
Loket pembagian daging kurban Masjid Agung Al-Asyhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018) terpantau sepi. Kompas.com/Sherly PuspitaLoket pembagian daging kurban Masjid Agung Al-Asyhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018) terpantau sepi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Loket pembagian daging kurban di Masjid Agung Al-Azhar, terpantau sepi, Selasa (21/8/2018).

Loket pembagian hewan kurban ini dibuka Selasa pukul 14.00 WIB. Namun, pada pukul 14.45 WIB, tak tampak antrean warga yang hendak menukarkan kupon.

Seorang pedagang minuman yang telah bertahun-tahun berdagang di kawasan tersebut mengatakan, pembagian daging kurban tahun ini memang tergolong sepi.

"Wah tahun lalu Neng, belum dibuka saja sudah pada baris ngantre. Ini sepi tergolongnya," ujar pria tersebut, Selasa.

Baca juga: Bak Antre Tiket, Warga Ambil Daging Kurban di Masjid Agung Al-Asyhar via Loket Khusus

Ia menduga, hal ini terjadi karena tak banyak warga yang tahu hari raya Idul Adha di masjid ini sehari lebih cepat dari keputusan pemerintah.

"Kali orang pada enggak tahu ya. Apalagi kan hari ini hari kerja. Jadi, ya pada belum ngantre sekarang ini," kata dia.

Hal yang sama diungkapkan Syamsul, seorang petugas keamanan di kawasan tersebut. Ia mengakui sepinya antrean pembagian daging kurban ini.

"Tapi, ya kami tetap berjaga di loket ini. Kali saja warga datangnya sorean," sebut dia.

Baca juga: Ini Bahayanya Cuci Daging Kurban di Sungai

Masjid Agung Al-Azhar yang terletak, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, melaksanakan hari raya Idul Adha hari ini.

Sementara, pemerintah menetapkan hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada Rabu (22/8/2018).

Ketua panitia kurban Masjid Agung Al-Azhar Haji Yahya mengatakan, pihak masjid memiliki Dewan Syariah untuk menentukan kapan waktu dilaksanakannya ibadah Idul Adha dan Idul Fitri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Wagub DKI: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung Butuh Rp 5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Pemkot Bogor Tiadakan Kebijakan Ganjil Genap untuk Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Sempat Bertemu Pembunuh Anaknya, Ibu Ade Sara : Assyifa Kalau Memang Kamu Pelakunya, Tante Maafkan Kamu

Megapolitan
Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Wagub: 7,6 Kilometer Lahan di Bantaran Ciliwung Bisa Dinormalisasi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Virus Corona B.1.1.7 Sudah Menyebar di Jakarta Tanpa Terdeteksi?

Megapolitan
Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang: Dipakai ART hingga Kenalan Pedagang

Megapolitan
Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Ikappi Ingatkan PD Pasar Jaya Tak Menyepelekan Pendataan Pedagang untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Isi Pledoi Pembunuh Ade Sara, Assyifa: Mohon Putusan Ringan Agar Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan...

Megapolitan
Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Pengamat Dorong Pemprov DKI Percepat Normalisasi 4 Sungai Utama

Megapolitan
UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 5 Maret: Tambah 35 Kasus di Kota Tangerang, 303 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Gerebek Lumpur hingga Sumur Resapan Dinilai Upaya Minor Atasi Banjir Jakarta

Megapolitan
Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Kenalan hingga ART Ikut Divaksin di Pasar Tanah Abang, Ikappi: Merugikan Pedagang

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Wali Kota Tangerang Sebut Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Tergantung Dinamika Kasus Covid-19

Megapolitan
Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Penerima Bansos Tunai Rp 300.000 di Jakarta Bisa Dicoret, Ini Ketentuannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X