Diminta Mundur karena Masalah Tiket, Ini Jawaban Direktur Ticketing Inasgoc

Kompas.com - 22/08/2018, 12:03 WIB
Director Ticketing INASGOC Sarman Simanjuntak memberikan penejelasan kepada pengantre tiket final bulu tangkis Asian Games 2018 bahwa tiket sudah habis pada Rabu (22/8/2018). KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUMDirector Ticketing INASGOC Sarman Simanjuntak memberikan penejelasan kepada pengantre tiket final bulu tangkis Asian Games 2018 bahwa tiket sudah habis pada Rabu (22/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Ticketing Inasgoc Sarman Simanjorang mengatakan, akan bertanggung jawab jika nantinya kursi penonton saat final bulu tangkis di Istora Senayan yang akan berlangsung pada Rabu (22/8/2018) sore, justru kosong.

Sarman menyampaikan itu setelah adanya desakan masyarakat yang kesal karena tidak kebagian tiket final, meski telah mengantre sejak subuh.

"Kalau nanti katakanlah pada saat Indonesia, penonton kosong, teman-teman kan bilang saya (diminta) mengundurkan diri, saya bertanggung jawab untuk itu, cukup ya," ujar Sarman, di loket tiket bulu tangkis, Jalan Pintu I GBK, Jakarta Pusat, Rabu siang.

Baca juga: 1.600 Tiket Final Bulu Tangkis Asian Games Ludes, Ini Penjelasan INASGOC

Adapun Sarman mendatangi loket tiket tersebut bersama Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu.

Sarman mengatakan, habisnya tiket dikarenakan antusiasme masyarakat yang hendak mendukung tim bulu tangkis putra Indonesia berlaga.

Pihaknya tidak bisa mengakomodir melebihi kapasitas kursi penonton yang tersedia. Selanjutnya dia berjanji segera memperbaiki sistem penjualan tiket.

"Kapasitas dari pada tempat duduk yang terbatas sehingga tidak mungkin semua mengakomodir itu. Dan di sini banyak teman-teman yang dari pagi tidak kebagian, sehingga semangatnya itu jadi berkurang karena tidak dapat tiket. Kami berterima kasih untuk itu. Namun, kami akan perbaiki ke depan," ujar Sarman.

Mendengar pernyataan tersebut, warga yang sebelumnya mengerubungi Sarman berangsur-angsur membubarkan diri.

Sebelumnya, masyarakat sempat mendesak Sarman untuk bertanggung jawab jika nantinya penonton saat pertandingan final bulu tangkis Indonesia Vs China tidak terisi penuh.

Warga merasa panitia tiket tidak profesional dengan tidak memberikan data yang valid berapa banyak tiket yang dijual.

Baca juga: Adu Mulut dengan Panitia, Pengantre Tiket Final Bulu Tangkis di GBK Tuntut Transparansi Tiket

Keterangan panitia berubah-ubah, ada yang menyebut tiket yang dijual 800 tiket, ada juga yang menyebut tiket dijual sekitar 1.600 tiket.

Panitia mengatakan tiket telah habis. Sementara, banyak warga yang telah mengantre sejak subuh.

Bahkan, sebelum antrean dibuka, ada calo-calo yang telah menawarkan tiket dengan harga lebih tinggi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Fakta Kebakaran di Kebayoran Lama, 1 Korban Tewas karena Terkunci di Rumah

Megapolitan
Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Siapkah Bandara Soekarno-Hatta Cegah Virus Corona Hanya dengan 1 Kapsul Transport?

Megapolitan
Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Pemkot Bogor dan Gojek Sepakat Bangun Shelter di Seputar Stasiun Bogor

Megapolitan
162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

162 Warga Jadi Korban Kebakaran di Kebayoran Lama

Megapolitan
Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Usai Diselamatkan, Wanita yang Mau Bunuh Diri di JPO Sempat Benturkan Kepalanya

Megapolitan
Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Donny Saragih Juga Pernah Dilaporkan Kasus Penggelapan dan Penipuan ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Informasi Terbaru Terkait Sistem ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Psikolog Ungkap Pelaku Eksibisionisme Senang jika Divideokan Korbannya

Megapolitan
Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Begal di Bawah Umur Diduga Berkomplot dengan Pembegal Tentara di Bekasi

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

BMKG: Jakarta Diprediksi Hujan dengan Intensitas Bervariasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

[POPULER JABODETABEK] Muncul King of The King di Tangerang | Alasan Batalnya Donny Saragih Jadi Bos Transjakarta

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Polisi Tangkap Komplotan yang Peras Korbannya dengan Menuduh Curi Motor, Satu Orang Buron

Megapolitan
Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Terpidana Jadi Dirut Transjakarta, Ketua DPRD DKI Sindir Uji Kelayakan Pemprov DKI

Megapolitan
Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Terpeleset ke Waduk Giri Kencana, Bocah di Cilangkap Tewas Tenggelam

Megapolitan
Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Perempuan Muda Mau Lompat dari Atas JPO Antasari, Warga Ramai-ramai Menggagalkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X