Terungkapnya Penganiayaan Iyan oleh Pamdal Lapangan Banteng...

Kompas.com - 22/08/2018, 13:54 WIB
Polisi menangkap para pelaku penganiayaan seorang pemuda bernama Ali Achmat Fiarmansyah alias Iyan (20) yang terjadi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2018). Para pelaku merupakan petugas pengamanan dalam Lapangan Banteng dan event organizer acara Flona 2018, Selasa (21/8/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAPolisi menangkap para pelaku penganiayaan seorang pemuda bernama Ali Achmat Fiarmansyah alias Iyan (20) yang terjadi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2018). Para pelaku merupakan petugas pengamanan dalam Lapangan Banteng dan event organizer acara Flona 2018, Selasa (21/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ali Achmat Fiarmansyah alias Iyan (20) melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya ke Polres Jakarta Pusat.

Iyan dianiaya dengan keji oleh petugas pengamanan dalam (pamdal) Lapangan Banteng dan pihak event organizer kegiatan Flona 2018 di kawasan tersebut, Sabtu (18/8/2018).

Dituduh maling

Kakak Iyan, Sari menceritakan, kejadian bermula saat Iyan pergi dari rumah pada Jumat (17/8/2018) pagi.

Iyan biasanya pergi tanpa pamit dan pada sore hari pulang kembali ke rumah yang berlokasi di Jalan Cempaka Putih Utara.

Namun, hingga Jumat malam, Iyan belum juga pulang. Pihak keluarga kemudian mencari ke sejumlah lokasi, termasuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Namun, Iyan belum juga ditemukan.

Baca juga: Pamdal Lapangan Banteng Termasuk Dalam 8 Tersangka Penganiaya Iyan

Pada Sabtu pagi hingga siang, keluarga melanjutkan pencarian hingga ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya, Jalan Kembangan Raya, Jakarta Barat.

Saat Sari tiba, petugas panti menyatakan Iyan ada di panti tersebut. Namun, sebelum dipertemukan, petugas menanyakan kondisi Iyan saat pergi dari rumah.

"Saya kan enggak lagi tinggal di rumah, saya tanyakan ke orang rumah. Badannya bersih kok. Tiba-tiba dikirim ke saya foto badan Iyan, saya terkejut badannya habis dipukuli, sudutan rokok. Wajahnya bengkak, mata ada darahnya. Dan tangannya habis diborgol," ujar Sari.

Sari mengatakan, pihak panti menerima Iyan dengan kondisi luka lebam di seluruh wajah, serta luka bekas sundutan rokok di tubuhnya.

Terdapat gumpalan darah berwarna merah di bagian mata Iyan yang diduga disebabkan pukulan. Bahkan, masih tampak bekas pijakan sepatu di dada Iyan yang membekas hingga saat ini.

Sari mengatakan, adiknya mengaku dipukul karena dituduh mencuri. Petugas mendapati uang Rp 5,4 juta dari kantong Iyan yang diduga hasil curian.

Namun, uang tersebut sebenarnya hasil dari kerja Iyan memungut botol plastik dan kardus selama bertahun-tahun dan upah membantu mengangkat barang pindahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan Telungkup di Kali Sura Ciracas

Megapolitan
Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Cegah Penyalahgunaan Jatah Vaksin, Ombudsman Sarankan Pengintegrasian Data

Megapolitan
Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Tabrakan Mobil di Jalan Cipete Raya Jaksel, Kendaraan Rusak Berat

Megapolitan
UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 7 Maret: DKI Catat Penambahan 1.834 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Dinkes DKI Tidak Bisa Disalahkan dalam Kasus Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Ombudsman Sebut Oknum Penyalahguna Jatah Vaksinasi di Pasar Tanah Abang Manfaatkan Celah Sistem Pendataan

Megapolitan
Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Belum Dapat Izin Keramaian, Pesta Pernikahan di Duren Sawit Dibubarkan Aparat Gabungan

Megapolitan
Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Sejumlah Posko Ormas di Wilayah Tangsel Dibakar Orang Tak Dikenal

Megapolitan
3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

3 Tempat Usaha di Pulogadung Disanksi Usai Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Wagub DKI Jakarta Berharap Sepeda Jadi Alat Transportasi Masyarakat

Megapolitan
Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Polisi Tindak 101 Kendaraan Berknalpot Bising di Sekitar Istana

Megapolitan
Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Wagub DKI Mengaku Belum Terima Laporan Penyalahgunaan Jatah Vaksin di Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Kadernya yang Hadiri KLB Moeldoko

Megapolitan
Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Ini Daftar Lokasi Vaksinasi Lansia di Jakarta

Megapolitan
Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Dukung AHY, DPD Partai Demokrat DKI Gelar Aksi Cap Darah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X