Diduga Stres, Sapi Kurban di Tanah Abang Mengamuk dan Kabur ke Jalan Raya

Kompas.com - 22/08/2018, 15:04 WIB
Sapi di Tanah Abang Ngamuk Berkeliaran di Jalan KH. Mas Mansyur, Rabu (22/8/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Sapi di Tanah Abang Ngamuk Berkeliaran di Jalan KH. Mas Mansyur, Rabu (22/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seekor sapi diduga stres lepas dari ikatan tali dan berkeliaran saat hendak disembelih di Masjid Mat'laul Anwar, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Fahmi, salah satu panitia pemotongan hewan kurban Masjid Mat'laul Anwar mengatakan, sapi tersebut stres karena merasa terganggu dengan kegaduhan yang dilakukan anak-anak kecil di Masjid tersebut.

"Lagi mau disembelih trus dilepas ikatannya, mau dibawa ke area penyembelihan, eh dia ( Sapi) ngamuk terus lepas lari-larian," kata Fahmi kepada Kompas.com, Rabu (22/8/2018).

Berdasarkan keterangan Fahmi, warga sekitar kewalahan mengejar sapi tersebut, dikarenakan sapi terus berlari dan berputar-putar hingga ke Jalan KH. Mas Mansyur.


"Pas lepas dia lari muter-muter dari sini sampe ke depan jalan raya situ, lumayan jauh juga itu sekitar 1 kilometer dari sini," ujar Fahmi.

Baca juga: Cerita Warga Sulitnya Evakuasi Sapi Kurban yang Tercebur ke Kali Angke

Warga pun terus mengejar sapi tersebut lalu mengepungnya ketika sapi memasuki gedung TCC di Jalan KH. Mas Mansyur.

Setelah mengejar sapi selama 2 jam, warga akhirnya berhasil menangkap sapi itu dengan mengepungnya dan meraih tali dari sapi tersebut.

Sapi kemudian dibawa kembali ke Masjid menggunakan mobil. Tidak ada yang terluka dalam pengejaran sapi tersebut.

Kini sapi tersebut sudah disembelih serta dagingnya siap di distribusikan untuk warga RW 04, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X