16 Orang Dikerahkan untuk Taklukkan Sapi Kurban Jokowi di Masjid Istiqlal

Kompas.com - 22/08/2018, 20:51 WIB
16 orang dikerahkan untuk menaklukan sapi milik Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI 16 orang dikerahkan untuk menaklukan sapi milik Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sapi milik Presiden Joko Widodo ( Jokowi) selesai disembelih di Rumah Potong Hewan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (22/8/2018).

Dibutuhkan 16 orang untuk menaklukan sapi tersebut.

Pantauan Kompas.com, setelah digiring masuk ke dalam Rumah Potong Hewan (RPH), sapi dipegang dan diikatkan kakinya di lantai oleh 5 orang.

Baca juga: Butuh 30 Orang untuk Merobohkan Sapi Sumbangan Jokowi

Namun, sapi tersebut sempat berontak sehingga tali yang diikatkan di kakinya putus beberapa kali.

Untuk menangani hal tersebut, petugas pemotong hewan kurban pun ditambah menjadi 16 orang.

"Biasanya sapi besar kaya gitu butuh setengah jam sampai disembelihnya. Kalau sapi biasa mah paling 15 menit itu," ucap salah seorang jagal saat sedang berusaha menaklukan sapi milik Jokowi itu, Rabu (22/8/2018).

Baca juga: Berontak, Sapi Kurban di Bandung Masuk ke Sumur Sedalam 20 Meter

Belasan menit berlalu, akhirnya sapi milik Jokowi berhasil dijatuhkan ke lantai. Kumandang takbir pun terus bergema di area tempat pemotongan hewan tersebut.

Dibarengi dengan kumandang takbir, sapi itu disembelih.

Setelah disembelih, sapi didiamkan terlebih dahulu selamat lima menit sampai benar-benar mati. Lalu sapi pun dikuliti dan dipotong.

Proses pemotongan sapi Jokowi pun berjalan dengan lancar dan dilanjutkan dengan pemotongan sapi milik Wakil Presiden Jusuf Kalla serta pejabat pemerintahan lainnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Polda Metro Jaya Cabut Laporan terhadap Caleg Gerindra Wahyu Dewanto 

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar karena Rapuh

Megapolitan
Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Kolong Flyover Arief Rachman Hakim Depok Jadi Lahan Parkir Liar

Megapolitan
Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Cara Planetarium Siasati Polusi dan Gedung Tinggi di Jakarta demi Melihat Bintang

Megapolitan
Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Instalasi Bambu Getih Getah di Bundaran HI Dibongkar

Megapolitan
Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Serikat Karyawan Garuda: Unggahan Rius Vernandes Merugikan Perusahaan

Megapolitan
Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Pihak Pengelola Bantah Gerombolan Rusa Kebun Binatang Ragunan Kabur ke Permukiman

Megapolitan
Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Dilaporkan ke Polisi, Rian Ernest Siap Hadapi

Megapolitan
Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Cerita Kurir Sepeda, Bertarung Lawan Ojek Online, Macet hingga Kotornya Udara Jakarta

Megapolitan
Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Anies Terlalu Lama Tanpa Wagub dan Pengaruhnya terhadap Kebijakan di Jakarta

Megapolitan
Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Petugas Damkar Evakuasi Anjing yang Tercebur ke Sumur di Ciracas

Megapolitan
Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Hidup Baru Korban Kebakaran Cipinang di Rusun Jatinegara Kaum

Megapolitan
Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Penjelasan Singkat Wali Kota Tangerang soal Perselisihannya dengan Menkumham

Megapolitan
Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Pengamat: Pemasangan Lagu di Lampu Merah Depok Tidak Punya Target dan Tujuan Jelas

Megapolitan
Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

Pengamat: Tanpa Wagub, Anies Pincang Jalankan Pemerintahan DKI

Megapolitan
Close Ads X