Kompas.com - 23/08/2018, 20:00 WIB
Suasana di RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara, yang disebut sebagai salah satu tempat terpadat dan terkumuh di DKI Jakarta, Selasa (13/2/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DSuasana di RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara, yang disebut sebagai salah satu tempat terpadat dan terkumuh di DKI Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melelang penyusunan community action plan (CAP) atau penataan 20 kampung kumuh.

Pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), lpse.jakarta.go.id, yang diakses Kompas.com pada Kamis (23/8/2018), tertera 20 pengadaan jasa untuk penyusunan CAP peningkatan kualitas kawasan permukiman di 20 lokasi.

Total nilai paket lelang perencanaan itu mencapai Rpp 9,8 miliar.

Baca juga: Tata Kampung Kumuh, Pemprov DKI Gandeng Perencana Kota

Adapun 20 lokasi yang dimaksud yakni Kota Bambu Utara, Kebon Jeruk, Kedaung Kali Angke, Pinangsia, Kapuk, Galur, Penjaringan, Kalibaru.

Kemudian Tugu Utara, Ancol, Pluit, Duri Pulo, Tegal Parang, Kramat Pela, Bukit Duri, Cakung, Kampung Melayu, Klender, Pisangan Timur, dan Cipinang Besar Utara.

Pemenang tiap lelang paket ini berbeda-beda. Ada PT Hardja Moekti Consultant yang memenangkan paket CAP di Kebon Jeruk, Kota Bambu Utara, Penjaringan, Kedaung Kali Angke, Pinangsia, Tugu Utara, dan Ancol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan informasi dalam laman LPSE tersebut, ke-20 paket yang sudah dilelang ini dibiayai APBD 2018.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022 disebutkan bahwa RW kumuh di Jakarta jumlahnya mencapai 223 atau 15,53 persen dari 264 RW yang diteliti BPS.

Adapun CAP merupakan upaya Pemprov DKI menata kampung yang kumuh dan kampung yang digusur oleh pemerintahan sebelumnya.

Baca juga: Pembongkaran Tenda Kampung Akuarium Disebut Mendadak, Tim CAP Membantah

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2022 dijelaskan bahwa Program Penataan Kawasan Perumahan dan Permukiman atau Kampung Upgrading Program  terdiri dari tiga rangkaian.

Tiga rangkaian itu adalah community action plan (CAP), collaborative implementation program (CIP), dan program monitoring serta evaluasi.

Untuk tahap pertama, ada 21 kampung yang ditata yakni Kampung Lodan, Kampung Tongkol, Kampung Krapu, Kampung Muka, dan Kampung Walang yang ada di Ancol, Pademangan.

Kemudian ada Kampung Akuarium, Kampung Marlina, Kampung Elektro, dan Kampung Gedong Pompa di Penjaringan.

Di Pluit, ada Blok Empang, Kampung Kerang Ijo, dan Kampung Baru Tembok Bolong. Kampung Tanah Merah di Kelapa Gading Barat juga turut dalam penataan.

Di Tugu Selatan, Koja, ada RW 007, RW 008, RW 009, RW 010, dan RW 011, yang akan ditata.

Kemudian di Prumpung, Jatinegara, seluruh RW 002 akan ditata. Di Jakarta Barat, RT 014 dan RT 016 RW 004 Kebon Jeruk, serta RT01 RW 05 Rawa Timur termasuk dalam penataan.

Baca juga: Anies-Sandi Akan Tata Kampung Kumuh, DPRD Sebut Pembahasannya Akan Lama

Ada pula Kampung Guji Baru tepatnya RT 004 sampai RT 007 RW 002 Duri Kepa, Kebon Jeruk yang akan ditata.

Selain itu, Kampung Kunir, Kampung Kali Apuran, dan Kampung Sekretaris di Jakarta Barat termasuk dalam lokasi penataan.

Di Jakarta Selatan, penataan juga menyasar Kampung Baru, Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi mengenai lelang dalam laman LPSE ini, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Meli Budiastuti belum menjawab Kompas.com sejak Kamis pagi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Megapolitan
Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Megapolitan
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Jenazah Pria dengan Luka Ditemukan di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Lokasi Sirkuit Masih Tanda Tanya

Megapolitan
Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.