OCA Surati Inasgoc untuk Batasi Kursi Undangan Asian Games

Kompas.com - 25/08/2018, 06:17 WIB
Beberapa penonton Asian Games 2018 yang telah membeli tiket pertandingan bulutangkis secara online melalui situs Blibli.com tampak antre untuk lakukan penukaran e-tiket menjadi tiket fisik di lokat tiket Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (24/8/2018). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELABeberapa penonton Asian Games 2018 yang telah membeli tiket pertandingan bulutangkis secara online melalui situs Blibli.com tampak antre untuk lakukan penukaran e-tiket menjadi tiket fisik di lokat tiket Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (24/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Media dan Public Relation Inasgoc Danny Buldansyah membenarkan adanya surat yang dikirim oleh Direktur Olympic Council of Asia (OCA) Jenderal Husain Al Musallam kepada Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 atau Inasgoc pada Selasa (21/8/2018).

Dalam surat itu, Al Musallam menuliskan banyaknya kursi kosong yang diperuntunkkan bagi tamu VIP, ofisial, dan atlet di venue pertandingan tidak terlihat baik untuk penyiaran dan menyebabkan banyak kebingungan.

Oleh karena itu, OCA meminta agar Inasgoc membatasi kursi yang diperuntukkan kepada official, tamu VIP, dan atlet tak lebih dari 10 persen dari total kursi penonton.

Danny mengatakan, Inasgoc siap melaksanakan instruksi OCA. Inasgoc akan membatasi kursi undangan pada setiap pertandingan sehingga bisa diperuntukkan bagi penonton yang membeli tiket mulai Sabtu (25/8/2018).

"Intinya jadi nanti alokasi tempat buat undangan dibatasi baik official atau atlet menjadi tidak lebih dari 10 persen," ujar Danny saat dihubungi, Jumat (24/8/2018) malam.

"Kalau nanti ada tamu undangan datang tapi semua kursi sudah penuh, ya mereka tetap gak bisa masuk karena kursi dialokasikan untuk penonton yang beli tiket," sambungnya.

Danny menjelaskan Inasgoc masih akan diskusi tentang penambahan jumlah tiket untuk semua pertandingan mulai Sabtu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita lihat dulu lah nanti tentang penambahannya," tambah Danny.




Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Pemkot Bogor Siapkan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Tiap Kelurahan

Megapolitan
Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Persoalan RSUD Bekasi, Nyaris Gulung Tikar hingga Terpaksa Rawat Pasien di Tikar dan Pikap

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

Megapolitan
Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X