Anggota DPRD DKI Sebut Pasar Grogol Memprihatinkan, Bau, dan Jadi Tempat Tinggal

Kompas.com - 29/08/2018, 17:46 WIB
Suasana rapat badan anggaran DPRD DKI membahas rancangan APBD perubahan 2018 di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (29/8/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARISuasana rapat badan anggaran DPRD DKI membahas rancangan APBD perubahan 2018 di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (29/8/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI dari fraksi Demokrat-PAN, Nur Afni Sajim, menyoroti kondisi pasar-pasar tradisional yang berada di bawah naungan PD Pasar Jaya.

Salah satunya yakni Pasar Grogol di Jakarta Barat. Menurut Afni, kondisi Pasar Grogol memprihatinkan.

"Pasar Grogol itu mau jadi apa? Memprihatinkan," ujar Afni dalam rapat banggar di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (29/8/2018).

Afni mengaku mengetahui kondisi Pasar Grogol karena pernah datang dan makan di pasar tersebut. Dia menyebut kondisi Pasar Grogol bau dan dijadikan tempat tinggal warga.

Selain Pasar Grogol, lanjut Afni, pasar-pasar tradisional lainnya juga ada yang dijadikan tempat tinggal.

Baca juga: Anggota DPRD Heran Pemprov DKI Lebih Percaya BUMD daripada SKPD untuk Lakukan Pembangunan

"Baunya macam-macam dan itu jadi tempat tinggal. Banyak PD Pasar yang itu menjadi tempat tinggal," kata dia.

Menurut Afni, kondisi pasar tradisional yang bau dan memprihatinkan menjadi alasan warga tidak berminat datang ke pasar tradisional.

Afni kemudian menyinggung rencana PD Pasar Jaya yang akan membangun banyak JakGrosir. Menurut Afni, JakGrosir bisa jadi tidak laku juga apabila kondisinya sama.

"Pak Dirut, maaf nih, pasar Bapak tidak diminati sama masyarakat," ucap Afni.

Baca juga: Ketua DPRD DKI Tak Akan Setujui Suntikan Modal untuk PAM Jaya

"Sekarang kalau Bapak mau buat Jakgrosir sebanyak-banyaknya, kalau masyarakat tidak berminat datang ke pasar Bapak, Jakgrosir Bapak enggak laku," tambah dia.

Adapun PD Pasar Jaya merupakan satu dari delapan BUMD yang mengajukan penyertaan modal daerah (PMD) dalam rancangan APBD Perubahan 2018.

PD Pasar Jaya mengajukan PMD sebesar Rp 166 miliar. Rencananya, dana itu akan digunakan untuk pembangunan JakGrosir di 4 wilayah sebesar Rp 99 miliar dan pembangunan pasar tematik sebesar Rp 66 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Dua Kantor Pinjol di PIK Digrebek Polisi dalam Dua Hari Berturut-turut

Megapolitan
Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Dinkes DKI: 97,5 Persen Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Jakarta

Megapolitan
Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Covid-19 Kian Mengganas di Jakarta, Sudah Saatnya Tarik Rem Darurat?

Megapolitan
126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

126 Hari Jelang Formula E Jakarta, Jakpro dan IMI Studi Banding ke Arab Saudi

Megapolitan
Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Grebek Kantor Pinjol di PIK 2, Polisi Amankan Manajer WN China

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

UPDATE 27 Januari: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 546, Pasien Dirawat Bertambah 505

Megapolitan
Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Polisi Grebek Satu Lagi Kantor Pinjol di PIK 2

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

UPDATE 27 Januari: Kasus Covid-19 Varian Omicron di DKI Jakarta Kini Ada 2.040

Megapolitan
UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

UPDATE 27 Januari: Bertambah 4.149 dalam Sehari, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini Ada 891.148

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

[POPULER JABODETABEK] Pengakuan Pegawai Pinjol Ilegal di PIK | Sumur Resapan Diusulkan jadi Kolam Lele

Megapolitan
JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

JIS Tutup Sementara Mulai 30 Januari Untuk Persiapan International Youth Championship

Megapolitan
Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Kasus Haris Azhar dan Fatia Dianggap Pemidanaan yang Dipaksakan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Kasus Covid-19 di Depok Melonjak, RS Diminta Siapkan Tambahan Tempat Tidur Perawatan

Megapolitan
Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Anies: Jangan Pernah Matikan Kritik

Megapolitan
Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Kejaksaan Periksa 5 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan oleh Pegawai Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.